Hadits ke-2 dari 187, BAB 23. PERINTAH BERBUAT YANG MAKRUF DAN MENCEGAH YANG MUNKAR, KITAB : NUZHATUL MUTTAQIEN SYARH RIYADUS SHALIHIN
Hadits ke-2 dari 187, BAB 23. PERINTAH BERBUAT YANG MAKRUF DAN MENCEGAH YANG MUNKAR, KITAB : NUZHATUL MUTTAQIEN SYARH RIYADUS SHALIHIN
عَنِ ابْنِ مَسْعُودٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قال: ما مِن نَبيٍّ بَعَثَه اللهُ في أُمَّةٍ قَبلي إلَّا كانَ له مِن أُمَّتِه حَواريُّونَ، وأصحابٌ يَأخُذونَ بسُنَّتِه ويَقتَدونَ بأمرِه، ثُمَّ إنَّها تَخلُفُ مِن بَعدِهم خُلوفٌ يقولونَ ما لا يَفعَلونَ، ويَفعَلونَ ما لا يُؤمَرونَ، فمَن جاهَدَهم بيَدِه فهو مُؤمِنٌ، ومَن جاهَدَهم بلِسانِه فهو مُؤمِنٌ، ومَن جاهَدَهم بقَلبِه فهو مُؤمِنٌ، وليسَ وراءَ ذلك مِنَ الإيمانِ حَبَّةُ خَردَلٍ. رواه مسلم
187. Dari Ibnu Mas’ud ra. bahwa Rasulullah SAW
bersabda: Tidak ada seorang nabi yang diutus oleh Allah kepada sebuah umat
sebelumku, kecuali dia akan memiliki hawaariyun/pendukung dan sahabat yang
mereka akan mengambil sunnah beliau dan menjalankan apa yang beliau
perintahkan. Kemudian setelah itu akan datang setelah mereka, generasi yang
mengatakan apa yang tidak mereka kerjakan dan mereka mengerjakan apa yang tidak
diperintahkan. Maka barangsiapa yang berusaha menyadarkan mereka dengan
tangannya dia adalah orang yang beriman. Dan barangsiapa yang berusaha
menyadarkan mereka dengan lisannya, maka dia adalah orang yang beriman. Dan
barangsiapa yang berusaha menyadarkan mereka dengan hatinya maka dia adalah
orang yang beriman. Dan tidak ada sesudah itu keimanan meskipun hanya sebesar
biji sawi.” (HR. Muslim)
HR Muslim
fiil Iimaan (Baabu Kaunin Nahyi 'anil munkari minal imaani)
Lugahtul
Hadits:
-
Hawarriyun: Menurut Al-Azhary: Mereka adalah orang-orang pilihan dan
orang-orang suci/shaleh dari para nabi. Dikatakan juga: Mereka adalah pendukung
perjuangan mereka.
- Khuluufun:
Bentuk jamak dari penerus (dengan huruf lam sukun), artinya orang yang menyimpang.
Adapun Khalafun (dengan fathah pada huruf lam), artinya orang yang menyimpang
dari kebaikan.
- Khardalun:
biji kecil yang umum diketahui, digunakan secara metaforis untuk menandakan suatu
yang paling sedikit.
Faidah
hadits:
- Hadits ini
mendorong perjuangan melawan/ berusaha menyadarkan orang-orang yang
menentang hukum Islam baik dalam ucapan dan perbuatan mereka.
- Tiadanya penolakan
dalam hati terhadap kejahatan adalah bukti hilangnya iman. Abdullah ibn Mas'ud
berkata: Binasalah seseorang yang tidak dapat mengenali dalam hatinya tentang
suatu kebaikan dan kejahatan.
Reviewed by sangpencerah
on
Juni 03, 2026
Rating:





Tidak ada komentar: