Hadits ke-3 dari 177, BAB 20. MENUNJUKKAN KEBAIKAN.TENTANG MENYERU KEPADA PETUNJUK ATAU KESESATAN, KITAB : NUZHATUL MUTTAQIEN SYARH Riyadh SHALIHIN

Hadits ke-3 dari 177, BAB 20. MENUNJUKKAN KEBAIKAN.TENTANG MENYERU KEPADA PETUNJUK ATAU KESESATAN, KITAB : NUZHATUL MUTTAQIEN SYARH RIYADUS SHALIHIN


وعن أَبي العباسِ سهل بنِ سعدٍ السَّاعِدِيِّ رضي الله عنه أَن رسولَ اللَّه صلى الله عليه وسلم قَالَ يَوْمَ خَيْبَرَ: "لأعْطِيَنَّ الرَّايَةَ غَداً رَجُلاً يَفْتَحُ اللَّه عَلَى يَدَيْهِ، يُحبُّ اللَّه ورسُولَهُ، وَيُحبُّهُ اللَّه وَرَسُولُهُ"فَبَاتَ النَّاسُ يَدُوكونَ لَيْلَتَهُمْ أَيُّهُمْ يُعْطَاهَا. فَلَمَّا أصبحَ النَّاسُ غَدَوْا عَلَى رسولِ اللَّه صلى الله عليه وسلم: كُلُّهُمْ يَرجُو أَنْ يُعْطَاهَا، فقال:"أَيْنَ عليُّ بنُ أَبي طالب؟ "فَقيلَ: يَا رسولَ اللَّه هُو يَشْتَكي عَيْنَيْه قَالَ:"فَأَرْسِلُوا إِلَيْهِ"فَأُتِي بِهِ، فَبَصقَ رسولُ اللَّه صلى الله عليه وسلم في عيْنيْهِ، وَدعا لَهُ، فَبَرأَ حَتَّى كَأَنْ لَمْ يَكُنْ بِهِ وَجعٌ، فأَعْطَاهُ الرَّايَةَ. فقَالَ عليٌّ رضي الله عنه: يَا رَسُول اللَّه أُقاتِلُهمْ حَتَّى يَكُونُوا مِثْلَنَا؟ فَقَالَ:"انْفُذْ عَلَى رِسلِكَ حَتَّى تَنْزِلَ بِسَاحتِهِمْ، ثُمَّ ادْعُهُمْ إِلَى الإِسْلامِ، وَأَخْبرْهُمْ بِمَا يجِبُ عَلَيْهِمْ مِنْ حقِّ اللَّه تَعَالَى فِيهِ، فَواللَّه لأَنْ يَهْدِيَ اللَّه بِكَ رَجُلاً وَاحِداً خَيْرٌ لَكَ مِنْ حُمْرِ النَّعَمَ" متفقٌ عَلَيهِ.

قوله:"يَدُوكُونَ": أَيْ يخُوضُونَ ويتحدَّثون، قوْلُهُ:"رِسْلِكَ"بكسر الراءِ وبفَتحِهَا لُغَتَانِ، وَالْكَسْرُ أَفْصَحُ.


177. Dari Abi Al-Abbas Sahal bin Sa'ad As-Sa’idiy ra; Bahwasanya Rasulullah SAW bersabda ketika perang Khaibar: "Sungguh bendera perang ini akan aku berikan esok hari kepada seseorang yang peperangan ini akan dimenangkan melalui tangannya. Orang itu mencintai Allah dan Rosul-Nya dan Allah dan Rosul-Nya juga mencintainya". Maka orang-orang melalui malam mereka dengan bertanya-tanya siapa yang akan diberikan kepercayaan itu. Keesokan harinya orang-orang mendatangi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, mereka semua berharap diberikan kepercayaan itu. Maka Beliau berkata: "Mana 'Ali?" Dijawab: "Dia sedang sakit kedua matanya". Beliau berkata: “Utuslah seseorang kepadanya!”. Maka 'Ali didatangkan, kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam meludahi kedua matanya lalu mendo'akannya hingga sembuh seakan-akan belum pernah terkena penyakit sedikitpun. Lalu Beliau memberikan bendera perang kepadanya. Kemudian Ali bertanya: "Apakah aku perangi mereka hingga mereka menjadi seperti kita (Muslim)?". Beliau menjawab: “Melangkahlah ke depan hingga kamu memasuki halaman tempat tinggal mereka lalu serulah mereka ke dalam Islam dan beritahu kepada mereka tentang apa yang diwajibkan dari hak Allah atas mereka. Demi Allah, bila ada satu orang saja yang mendapat petunjuk melalui dirimu maka itu lebih baik bagimu dari pada unta-unta merah (yang paling bagus). HR Muttafaqun Alaih


Kata, "Yadukuuna," berarti mereka sedang bercakap-cakap dan berdiskusi. kata, "Rislika," dengan huruf "ra" yang diucapkan dengan kasra (artinya, "Utusan-Mu") dan dengan huruf "ra" yang diucapkan dengan fatha (artinya, "Utusan-Mu") adalah dua lafal, dan kasra lebih fasih.


HR. Bukhari fii Fadhailis shahabati (Bab Manaqibi Ali Bin Abi Thalib), Wal jihaadu (Bab Fadli man aslama 'ala yadaihi rajulun) wa ghairihima, wa Muslim Fii fadhaailis shahabati (Bab Fadhaili ali Radiyallahu anhu)


LUGHATUL HADITS

-Yaumu khaibar: peristiwa dihari-hari peperangan khaibar, dan merupakan adat orang-orang Arab menyebut penyerbuan sebagai satu hari meskipun berlangsung selama berhari-hari, dan penyerbuan Khaibar terjadi pada tahun ketujuh Hijriah, dan Khaibar adalah sebuah desa yang berjarak delapan barid dari Madinah ke arah Syam, dan desa itu dihuni oleh orang-orang Yahudi

-Arrayah: Panji tanda pasukan

-Ghadau: berjalan awal hari (menuju ke tempat Nabi SAW)

-Yasytaqi ainaihi: menderita radang di kedua matanya

-Anfudz a;a risliki hatta tanzilu bisahatihim:melangkah/majulah ke depan tapi jangan terburu-buru, kata Rislu:asal maknanya ketengan dan keteguhan.

-Bisahaatihim: Di halaman rumah mereka: area mereka, dan ruang antar rumah mereka.

-Haqqullahi Ta'ala; Apa yang diperintahkan oleh Allah SWT dan yang dilarang-Nya.

-Yahdiyallahu bika:menyelamatkanmu dari kekufuran dan kesesatan.

-Humri Na'ami: Humru jamak ari Ahmarun=merah, Na;ami:Harta berupa Unta, kambing dan sapi, kebanyakan dari jenis Unta, Adapun unta merah khususnya, merupakan harta benda paling berharga milik orang Arab, sehingga frasa tersebut menjadi pepatah untuk segala sesuatu yang berharga, yang menandakan bahwa tidak ada yang lebih besar.


Faidah Hadits:

-Keutamaan dan kedudukan Ali radhiyallahu ‘anhu, serta besarnya amanah Nabi SAW.

-Mukjizat Nabi SAW adalah bahwa kesembuhan terjadi atas berkahnya, dengan izin Allah SWT.

-Para sahabat (semoga Allah Ta'ala meridhoi mereka) sangat mencintai Allah SWT dan Rasul-Nya, dan mereka berusaha untuk selalu dekat dengan keridhaan keduanya, dan mereka berlomba-lomba dalam kebaikan.

-Keagungan Islam terletak pada dakwahnya/seruannya, etika dalam perjuangannya, dan tujuan akhirnya yaitu menyelamatkan manusia dari kesesatan dan kerugian.

-Keutamaan menyeru kepada Allah Azza Wajalla dan mengajak manusia agar menuntun manusia kepada kebaikan dan kebenaran, karena pahala yang besar dan balasan yang melimpah yang dapat diperolehnya.



Hadits ke-3 dari 177, BAB 20. MENUNJUKKAN KEBAIKAN.TENTANG MENYERU KEPADA PETUNJUK ATAU KESESATAN, KITAB : NUZHATUL MUTTAQIEN SYARH Riyadh SHALIHIN Hadits ke-3 dari 177, BAB 20. MENUNJUKKAN KEBAIKAN.TENTANG MENYERU KEPADA PETUNJUK ATAU KESESATAN, KITAB : NUZHATUL MUTTAQIEN SYARH Riyadh SHALIHIN Reviewed by sangpencerah on November 24, 2025 Rating: 5

Tidak ada komentar: