Keutamaan Shadaqah Jariyah
Oleh.Tim Redaksi MPID PDM Kota Malang
Pengertian
Secara etimologi, amal
jariyah berasal dari dua kata dalam bahasa Arab, yaitu amal yang
berarti perbuatan dan jariyah yang artinya sesuatu yang terus mengalir.
Dari dua kata tersebut, maka
secara terminologi amal jariyah adalah perbuatan baik yang mendatangkan pahala
secara terus menerus dan tidak terputus meskipun pelakunya sudah meninggal
dunia.
Selain itu, amal jariyah juga
bisa diartikan sebagai perbuatan yang dilakukan demi kebaikan di jalan Allah
SWT. Karena alasan inilah, pahala yang didapat dari mengerjakan amal jariyah
tidak akan terputus sampai kapanpun.
Amal jariyah sangat istimewa.
Pasalnya, kamu tetap bisa mendapat aliran pahala jika orang yang kamu bantu
lalu membantu orang lain. Pasalnya selama perbuatan baik yang kamu lakukan
terus berguna dan dimanfaatkan orang, selama itu pula kamu mendapat aliran
pahalanya.
Misalnya kamu menyumbang satu
kotak keramik untuk pembangunan masjid. Maka selama masjid itu digunakan untuk
bersujud, selama itu pula kamu akan terus mendapat pahala, meski kamu sudah
meninggal dunia.
kecuali orang-orang yang beriman
dan mengerjakan amal saleh; maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya.(QS. At-Tiin;95:6)
Pada ayat 4 dan
ayat 6 surat At-Tin dapat dimaknai sebagai pengingat bahwa manusia adalah
makhluk yang diciptakan oleh Allah SWT dengan bentuk yang sebaik-baiknya dan
bahkan menjadi makhluk ciptaan Allah SWT yang paling sempurna dan bahkan diberi
akal pikiran.
Orang yang akan melakukan shadaqah
atau amal jariyah akan mendapatkan pahala secara terus-menerus, bahkan setelah
meninggal. Hadis amal jariyah juga telah
disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW. secara jelas.
Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. dalam hadis
riwayat Imam Muslim, Rasulullah SAW bersabda, “Apabila manusia itu meninggal
dunia maka terputuslah segala amalnya, kecuali tiga, yaitu sedekah jariyah,
ilmu yang bermanfaat, dan doa anak saleh yang berdoa untuknya.”
Bersedekah atau beramal tidak akan membuat seseorang
jatuh miskin. Sebaliknya, Allah SWT. akan memberikan kebaikan yang berlipat
bagi orang yang memberikan sedekah. Untuk lebih mengetahui keutamaan amal
jariyah,
Ayat
Al-Qur’an dan Hadis Amal Jariyah
1. Harta & pahala berlipat
Allah Swt. berjanji akan melipatgandakan harta dan
pahala orang yang senang bersedah. Hal tersebut telah disampaikan dalam ayat
Al-Qur’an.
“Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah, baik
laki-laki maupun perempuan, dan meminjamkan kepada Allah dengan pinjaman yang
baik, niscaya akan dilipatgandakan kepada mereka dan bagi mereka pahala yang
banyak.” (QS. Al-Hadid: 18).
“Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di
jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai. Pada setiap
tangkai ada satu biji. Allah melipatgandakan kepada siapa yang Dia kehendaki,
dan Allah Maha Luas, Maha Mengetahui.”(QS. Al Baqarah: 261).
2. Memanjangkan usia dan mencegah
kematian buruk
Maksud dari memanjangkan usia adalah sedekah akan
terus dikenang dan mengalirkan pahala, bahkan lebih dari umur hidupnya di
dunia. Dengan kata lain, pahala akan mengalir secara terus-menerus meski orang
yang beramal telah meninggal. Anda bisa melakukan shadaqah jariyah atau shadaqah yang lain.
Rasulullah SAW. bersabda, “Sesungguhnya sedekahnya
orang muslim dapat menambah umurnya, dapat mencegah kematian yang buruk, Allah
akan menghilangkan darinya sifat sombong, kefakiran, dan sifat bangga pada diri
sendiri.” (HR. Thabrani).
3. Menghapus dosa
Keutamaan lain dari sedekah jariyah adalah menghapus
dosa orang yang bersedah. Nabi Muhammad SAW. bahkan mengumpamakannya sebagai
air yang memadamkan api.
Rasulullah SAW. bersabda, “Sedekah itu dapat
menghapus dosa sebagaimana air itu memadamkan api.” (HR. At-Tirmidzi).
Contoh-Contoh
Amal Jariyah
1. Sedekah uang
Ilustrasi sedekah uang (unsplash)
Menshadaqahkan harta di jalan Allah Swt, seperti donasi ke
panti asuhan,
shadaqah untuk perbaikan masjid,
adalah salah satu hal yang akan membuat penyedekahnya terus mendapatkan pahala,
bahkan setelah orang tersebut meninggal.
Hal tersebut sesuai firman Allah Swt., “Kamu
sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu
menafkahkan sehahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan
maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.” (QS. Ali-Imran;3:92)
2. Memberikan mushaf kepada orang
lain
Memberikan mushaf Al-Qur’an kepada orang lain juga
termasuk amal jariyah. Al-Qur’an punya banyak kebaikan serta keberkahan. Ketika
ayat-ayat Al-Qur’an (di mushaf yang kita beri) dibaca, kita juga akan
mendapatkan aliran pahala.
3. Sungai yang Dialirkan
Sebuah hadis menyatakan, “Barangsiapa yang membuat
sebuah telaga/danau, lalu airnya diminum oleh jin atau burung yang kehausan,
maka Allah akan memberinya pahala kelak di hari kiamat.” (HR. Ibnu Khuzaimah
dan Ibnu Majah).
Seperti diketahui, air adalah kebutuhan pokok
berbagai makhluk. Allah SAW. menjanjikan pahala bagi orang yang menyediakan air
untuk makhluk Allah.
4. Menanam Pohon
Ini adalah perkara yang sangat sederhana. Ketika kita
menanam pohon demi keseumbangan alam, kebaikan bisa tercipta. Pohon akan
memberikan oksigen, menyerap karbon dioksida, mencegah longsor, dan sebagainya.
Selama bermanfaat, penanaman pohon termasuk amal jariyah yang terus mengalirkan
pahala.
5. Fasilitas umum bermanfaat
Jika Anda menyediakan atau membangun fasilitas yang
bisa dimanfaatkan oleh masyarakat umum, hal tersebut juga akan menjadi amal
jariyah. Contohnya adalah membangun jalan yang rusak agar masyarakat bisa
melewati jalan tersebut dengan lebih nyaman dan aman, membangun masjid (tidak
hanya digunakan umum, tetapi bahkan digunakan untuk beribadah), membangun
sekolah gratis/murah, membangun rumah sakit gratis/murah, dan sebagainya.
Itulah hadis amal jariyah serta berbagai keutamannya.
Ada banyak hal yang bisa dilakukan sebagai bentuk amal jariyah, tinggal kita
mau melakukannya atau tidak.
Manfaat utama amal jariyah
adalah pahala yang terus mengalir bahkan setelah seseorang meninggal,
menjadikannya investasi untuk akhirat, dan membantu mendatangkan naungan di
hari kiamat. Selain itu, amal ini dapat mencegah kematian yang buruk dan
memberikan keberkahan harta serta kesempatan untuk mendapatkan doa dari
penerima manfaat. Keutamaan
amal jariyah
Pahala terus mengalir:
Selama
amal tersebut memberikan manfaat, pahalanya akan terus mengalir kepada
pelakunya meskipun sudah meninggal dunia.
Investasi akhirat:
Amal
jariyah dipandang sebagai investasi jangka panjang yang akan membuahkan hasil
di kehidupan setelah mati.
Naungan di hari kiamat:
Sedekah
jariyah adalah salah satu dari tujuh golongan yang akan mendapatkan naungan
Allah SWT di hari kiamat.
Mencegah kematian buruk:
Diharapkan
amal jariyah dapat membantu seseorang mendapatkan akhir kehidupan yang baik (husnul
khotimah).
Keberkahan harta:
Harta
yang digunakan untuk amal jariyah akan mendapatkan keberkahan dan
dilipatgandakan pahalanya.
Mendapat doa dari penerima manfaat:
Orang
yang merasakan manfaat dari amal jariyah akan mendoakan pemberinya, yang sangat
bernilai di sisi Allah SWT
Dengan melaksanakan amal jariyah, kita tidak hanya memberikan
manfaat bagi sesama di dunia, tetapi juga mempersiapkan bekal pahala yang akan
terus mengalir hingga kehidupan setelah mati. Semoga kita semua dimampukan oleh
Allah SWT untuk senantiasa melakukan amal jariyah dan meraih
keutamaannya. Aamiin.
Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk selalu
mengamalkan amal jariyah dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam bentuk harta,
tenaga, maupun ilmu yang bermanfaat. Dengan memahami pengertian amal
jariyah diharapkan setiap Muslim dapat lebih bersemangat dalam berbagi dan
membantu sesama demi kebahagiaan di dunia dan akhirat.
Menyisihkan sebagian harta untuk dialokasikan kepada sesuatu
yang bermanfaat bagi Islam juga merupakan amal jariyah. Contohnya seperti
menyumbang pembangunan masjid. Sekecil apapun sumbangan kamu, aliran pahala
akan terus kamu dapatkan meski sudah meninggal.
Reviewed by sangpencerah
on
November 27, 2025
Rating:





Tidak ada komentar: