Tafsir QS, Al-Jatsiyah, ayat 27-29 Ibnu Katsir
وَلِلَّهِ مُلْكُ السَّمَوَاتِ
وَالأرْضِ وَيَوْمَ تَقُومُ السَّاعَةُ يَوْمَئِذٍ يَخْسَرُ الْمُبْطِلُونَ (27)
وَتَرَى كُلَّ أُمَّةٍ جَاثِيَةً كُلُّ أُمَّةٍ تُدْعَى إِلَى كِتَابِهَا
الْيَوْمَ تُجْزَوْنَ مَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ (28) هَذَا كِتَابُنَا يَنْطِقُ
عَلَيْكُمْ بِالْحَقِّ إِنَّا كُنَّا نَسْتَنْسِخُ مَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ (29)
Dan hanya kepunyaan Allah
kerajaan langit dan bumi. Dan pada hari terjadinya kebangkitan, akan rugilah
pada hari itu orang-orangyang mengerjakan kebatilan. Dan (pada hari itu) kamu
lihat tiap-tiap umat berlutut. Tiap-tiap umat dipanggil untuk (melihat) buku
catatan amalnya. Pada hari itu kamu diberi balasan terhadap apa yang telah kamu
kerjakan. (Allah berfirman), "Inilah kitab (catatan) Kami
yang menuturkan terhadapmu dengan benar. Sesungguhnya Kami telah menyuruh
mencatat apa yang telah kamu kerjakan.”
Allah SWT. menceritakan bahwa
Dialah Yang memiliki bumi dan langit dan Yang menguasai keduanya di dunia dan
akhirat. Karena itulah disebutkan oleh firman-Nya:
وَيَوْمَ تَقُومُ السَّاعَةُ
Dan pada hari terjadinya
kebangkitan. (Al-Jatsiyah: 27)
Yakni hari kiamat.
يَخْسَرُ الْمُبْطِلُونَ
akan rugilah pada hari itu
orang-orang yang mengerjakan kebatilan. (Al-Jatsiyah: 27)
Mereka adalah orang-orang yang
kafir kepada Allah, dan ingkar kepada Al-Kitab yang diturunkan kepada
rasul-rasuI-Nya, yang mengandung ayat-ayat yang menerangkan dan bukti-bukti
yang jelas.
Ibnu Abu Hatim mengatakan bahwa
Sufyan As-Sauri datang ke Madinah, lalu ia mendengar Al-Mu'afiri berbicara yang
mengundang tertawa banyak orang. Maka Sufyan As-Sauri berkata kepadanya,
"Hai orang tua, tidakkah engkau mengetahui bahwa Allah SWT. mempunyai
suatu hari yang di hari itu akan rugilah orang-orang yang mengerjakan
kebatilan?" Akan tetapi, Al-Mu'afiri tetap mengerjakan hal itu hingga
meninggal dunia. Demikianlah menurut apa yang diketengahkan oleh Ibnu Abu
Hatim.
Kemudian Allah SWT. befirman:
وَتَرَى كُلَّ أُمَّةٍ جَاثِيَةً
Dan (pada hari itu) kamu
lihat tiap-tiap umat berlutut. (Al-Jatsiyah: 26)
Mereka terduduk di atas lututnya
karena sangat takut dan ngeri. Menurut suatu pendapat, sesungguhnya hal ini
terjadi manakala neraka Jahanam didatangkan, lalu Jahanam mengeluarkan suara
gelegarnya yang hebat, maka tiada seorang pun melainkan terduduk berlutut,
sehingga Nabi Ibrahim kekasih Allah SWT. sendiri mengatakan, "Ya Allah,
selamatkanlah diriku, selamatkanlah diriku, selamatkanlah diriku; aku tidak
meminta kepada Engkau pada hari ini kecuali keselamatan diriku." Sehingga
Isa putra Maryam a.s. sendiri mengatakan, "Aku tidak meminta kepada Engkau
hari ini kecuali selamatkanlah diriku. Dan aku tidak meminta kepada Engkau selamatkanlah
Maryam yang telah melahirkan diriku."
Mujahid dan Ka'bul Ahbar serta
Al-Hasan Al-Basri mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: tiap-tiap
umat berlutut. (Al-Jatsiyah: 28) Yakni terduduk di atas lututnya.
Ikrimah mengatakan bahwa yang
dimaksud dengan jatsiyah ialah terpisah-pisah di tempatnya
sendiri-sendiri, bukan berlutut. Tetapi pendapat pertamalah yang lebih
diutamakan.
قَالَ ابْنُ أَبِي حَاتِمٍ:
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ يَزِيدَ الْمُقْرِئُ، حَدَّثَنَا
سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ، عَنْ عَمْرٍو، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بَابَاهُ ،
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ [صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ] قَالَ: "كَأَنِّي
أَرَاكُمْ جَاثِينَ بِالْكَوَمِ دُونَ جَهَنَّمَ"
Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah
menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Abdullah ibnu Yazid Al-Muqri, telah
menceritakan kepada kami Sufyan ibnu Uyaynah, dari Amr, dari Abdullah ibnu
Babah, bahwa Rasulullah SAW. pernah bersabda: Seakan-akan aku melihat
kalian (dalam mimpiku) dalam keadaan terpisah di atas sebuah bukit jauh
dari neraka Jahanam.
Ismail ibnu Abu Rafi' Al-Madani
telah meriwayatkan dari Muhammad ibnu Ka'b, dari Abu Hurairah r.a. secara marfu'
dalam hadis mengenai sangkakala, bahwa lalu manusia terpisah-pisah,
dan-umat-umat berlutut. Hal inilah yang disebutkan oleh firman-Nya:
وَتَرَى كُلَّ أُمَّةٍ جَاثِيَةً
كُلُّ أُمَّةٍ تُدْعَى إِلَى كِتَابِهَا
Dan (pada hari itu) kamu
lihat tiap-tiap umat belutut. Tiap-tiap umat dipanggil untuk (melihat) buku
catatan amalnya. (Al-Jatsiyah: 28)
Pendapat ini menghimpunkan di
antara kedua pendapat yang telah disebutkan di atas, dan hal ini tidaklah
bertentangan dengan pendapat yang sebelumnya; hanya Allah-lah Yang Maha
Mengetahui.
Firman Allah SWT.:
كُلُّ أُمَّةٍ تُدْعَى إِلَى
كِتَابِهَا
Tiap-tiap umat dipanggil untuk
(melihat) buku catatan amalnya. (Al-Jatsiyah: 28)
Yang dimaksud dengan kitab ialah
buku catatan amal perbuatan, semakna dengan apa yang disebutkan oleh
firman-Nya:
وَوُضِعَ الْكِتَابُ وَجِيءَ
بِالنَّبِيِّينَ وَالشُّهَدَاءِ
dan diberikanlah buku (perhitungan
perbuatan masing-masing) dan didatangkanlah para nabi dan saksi-saksi. (Az-Zumar:
69)
Karena itulah maka disebutkan
dalam surat ini pada firman berikutnya:
Pada hari itu kamu diberi
balasan terhadap apa yang telah kamu kerjakan. (Al-Jatsiyah: 28)
Yakni kalian akan mendapat
balasan amal perbuatan kalian, yang baiknya dan yang buruknya. Semakna dengan
apa yang disebutkan oleh firman-Nya:
يُنَبَّأُ الإنْسَانُ يَوْمَئِذٍ
بِمَا قَدَّمَ وَأَخَّرَ. بَلِ الإنْسَانُ عَلَى نَفْسِهِ بَصِيرَةٌ. وَلَوْ
أَلْقَى مَعَاذِيرَهُ
Pada hari itu diberitakan
kepada manusia apa yang telah dikerjakannya dan apa yang dilalaikannya. Bahkan
manusia itu menjadi saksi atas dirinya sendiri, meskipun dia mengemukakan
alasan-alasannya. (Al-Qiyamah: 13-15)
Karena itulah disebutkan dalam
surat ini oleh firman-Nya:
هَذَا كِتَابُنَا يَنْطِقُ
عَلَيْكُمْ بِالْحَقِّ
(Allah berfirman), "Inilah
kitab (catatan) Kami yang menuturkan terhadapmu dengan benar.” (Al-Jatsiyah:
29)
Yaitu mencatat semua amal
perbuatan kalian tanpa ditambahi dan tanpa dikurangi. Semakna dengan apa yang
disebutkan oleh firman-Nya:
وَوُضِعَ الْكِتَابُ فَتَرَى
الْمُجْرِمِينَ مُشْفِقِينَ مِمَّا فِيهِ وَيَقُولُونَ يَا وَيْلَتَنَا مَالِ
هَذَا الْكِتَابِ لَا يُغَادِرُ صَغِيرَةً وَلا كَبِيرَةً إِلا أَحْصَاهَا
وَوَجَدُوا مَا عَمِلُوا حَاضِرًا وَلا يَظْلِمُ رَبُّكَ أَحَدًا
Dan diletakkanlah kitab, lalu
kamu akan melihat orang-orang yang bersalah ketakutan terhadap apa yang (tertulis)
di dalamnya, dan mereka berkata, "Aduhai, celaka kami. Kitab apakah ini
yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak (pula) yang besar,
melainkan ia mencatat semuanya; dan mereka dapati apa yang telah mereka
kerjakan ada (tertulis). Dan Tuhanmu tidak menganiaya seorang jua 8pun.”
(Al-Kahfi: 49)
Firman Allah SWT.:
إِنَّا كُنَّا نَسْتَنْسِخُ مَا
كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ
Sesungguhnya Kami telah
menyuruh mencatat apa yang telah kamu kerjakan. (Al-Jatsiyah: 29)
Yakni sesungguhnya kami telah
memerintahkan kepada para malaikat pencatat amal perbuatan untuk mencatat semua
amal perbuatan kalian.
Ibnu Abbas dan lain-lainnya
mengatakan bahwa para malaikat mencatat amal perbuatan hamba-hamba Allah,
kemudian para malaikat itu membawa naik ke langit catatan-catatan tersebut.
Maka mereka bertemu dengan para malaikat lainnya yang berada di Diwanul A'mal,
lalu mereka mencocokkan dengan apa yang telah di tampakkan bagi para malaikat
Diwanul A'mal dari lauh Mahfuz di setiap malam Lailatul Qadar, yang mana hal
tersebut termasuk di antara yang telah di tetapkan oleh Allah SWT. di zaman
azali terhadap hamba-hamba-Nya sebelum Dia menciptakan mereka. Maka tidak ada
penambahan dan pengurangan padanya barang satu huruf pun. Kemudian Ibnu Abbas
r.a. membaca firman-Nya: Sesungguhnya Kami telah menyuruh mencatat apa yang
telah kamu kerjakan. (Al-Jatsiyah: 29)
Informasi: 0853-3596-6927 | IG: @ppinovasimalang
Reviewed by sangpencerah
on
November 05, 2026
Rating:





Tidak ada komentar: