Dinamika Perjalanan Dakwah di Persyarikatan

 Dinamika Perjalanan Dakwah di Persyarikatan
Oleh: Hafidz, S.Pd., M.Pd.I
(Ketua PCM Klojen Kota Malang)

 


Bermula dari bunyi ayat di bawah ini, muncullah keinginan untuk mengangkat fenomena faktual di panggung dunia. 

"Sungguh, usahamu benar-benar bermacam-macam (beraneka ragam/berbeda-beda)."(QS. Al-Lail.92:4)

Allah SWT menegaskan bahwa amal perbuatan, usaha, serta tujuan hidup manusia di dunia ini sangatlah beragam dan saling berlawanan.

Keberadaan warga Muhammadiyah cukup unik dan menarik utnuk di bahas secara konprehensif, baik  dari unsur pimpinan, warga atau simpatisan, memiliki peran, fungsi dan kewenangan yang berbeda-beda sesai dengan proporsinya. Cara berjuang di organisasi Muhammadiyah dilakukan melalui jalan dakwah amar ma'ruf nahi mungkar, gerakan pembaharuan (tajdid), serta pengelolaan amal usaha secara amanah dan kolektif.

 

Di Muhammadiyah, setiap orang punya ruang untuk berkontribusi. Yang tua dengan pengalaman dan keteladanannya. Yang muda dengan tenaga, gagasan, keberanian, dan semangatnya. Ada yang berkontribusi dengan harta. Ada yang menyumbangkan waktu dan tenaganya. Ada yang bekerja di balik layar, tanpa pernah disebut namanya. Bahkan ada yang mungkin hanya mampu membantu dengan doa. Artinya bahwa masing-masing warga tidak semuanya memiliki kemampuan yang sama, tidak semuanya memiliki jabatan, Tidak semuanya tampil di depan.

Namun yang membuat perjuangan tetap berjalan adalah kesadaran bahwa setiap orang (warga) bisa mengambil bagian sesuai kemampuannya.

Dan menariknya, orang yang benar-benar bekerja biasanya tidak sibuk menghitung jasanya sendiri yang 8telah diperoleh maupun belum dilaksanakan. Mereka tidak berkata, “Kalau bukan saya, siapa lagi?”

Mereka tidak merasa organisasi akan berhenti tanpa dirinya. Mereka tidak menuntut penghormatan hanya karena pernah berbuat sesuatu. Mereka tidak menjadikan kontribusi sebagai alasan untuk merasa lebih tinggi daripada yang lain.

Sebab bagi mereka, yang diperjuangkan jauh lebih besar daripada dirinya sendiri. Sebagaimana pesan ketua umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Dr. Haeder Nasir, M.Si, jangan sampai kepentingan pribadi mengalahkan kepentingan persyarikatan, bhawa setiap warga Muhammadiyah harus menahan kepentingan pribadi untuk kemaslahatan umat yang lebih besar. Karena itu dapat dipahami bahwa Muhammadiyah bukan milik satu orang, Bukan milik satu kelompok, Bukan pula panggung untuk membesarkan nama pribadi, akan tetapi Muhammadiyah merupakan perjuangan bersama. Namun kita juga harus jujur bahwa dalam perjalanan sebuah organisasi, selalu ada kemungkinan munculnya sesuatu yang berbeda.

Pengelolaan sebuah organisasi Ibaratnya mengelola sawah yang ditumbuhi ulat. Atau ibarat pohon yang dirambati benalu. Dan keberadaan ulat itu tidak menunjukan bahwa sawah itu buruk atau jelek. Sedangkan Keberadaan benalu bukan berarti pohonnya harus ditebang atau dimusnahkan.

Begitu juga ketika ada orang yang berbuat kurang baik dalam sebuah organisasi, jangan bertindak menjastifikasi apalagi menuduh bahwa sikap itu mewakili organisasi secara keseluruhan yang berujung pada prasangka menyalahkan. Ketika seseorang dalam tanda petik melakukan sesuatu atau menunjukan sikap dan perilaku yang tidak sejalan dengan khittah atau manhaj organisasi, bukan berarti ia mewakili atau atas nama organisasi, akan tetapi dia sedang berkreasi atas nama diri sendiri, karena itu maka setiap  terjadi sesuatu yang di luar Keputusan resmi organisasi bukan tanggungjawab dari organsisasi trsebut.

Kepana terjadi hal yang berbeda, karena organisasi dibangun dan dikelola oleh sekumpulan manusia, Dan setiap manusia tidak semuanya memiliki niat, kedewasaan, maupun cara berpikir yang sama.

 

TENTANG BENALU

Ada orang yang tidak merasa dirinya paling berjasa, tetapi merasa memiliki power, dengan power itu ia merasa berhak mengatur semuanya. merasa pendapatnya paling sesuai dan harus didengar, merasa setiap keinginannya harus dipenuhi, merasa dirinya berhak untuk dihormati, Ketika keinginannya tidak terpenuhi, ia tidak memilih berdialog tidak bekerjasama dan bahkan memilih untuk menghambat, tidak cukup dengan sikap seperti itu, Ketika dirinya tidak dilibatkan, ia mencoba menggagalkan. Ketika keputusan tidak sesuai kehendaknya, ia mencari celah untuk melemahkan. Ketika orang lain mendapatkan kesempatan, ia berusaha menjatuhkan.

Bahkan sebuah kegiatan yang dibangun oleh banyak orang dengan tenaga, waktu, biaya, dan pengorbanan bertahun-tahun, bisa ia rusak hanya karena egonya terluka.

Fenomena seperti ini bukan lagi persoalan kontribusi, akan tetapi lebih pada sikap kesombongan yang menyamar sebagai perjuangan dan orang yang memiliki perilaku atau siap seperti ini harus memahami satu hal yaitu, bahwa Jabatan bukan kekuasaan untuk mempermainkan orang lain.

Pengalaman bukan lisensi untuk merendahkan yang lebih muda, Lama berada di organisasi bukan tiket untuk selalu dihormati, bukan pula legitimasi kedinastian yang berkelanjutan.

Demikian pula halnya bagi yang pernah berjasa bukan alasan untuk memiliki organisasi, Lebih buruk lagi ketika seseorang menggunakan pengaruhnya untuk menciptakan ketakutan, memecah komunikasi dan memutus hubungan, menghambat kegiatan, atau membuat orang lain kehilangan semangat hanya demi mempertahankan kepentingan dirinya. Sungguh hal seperti itu bukan  memperjuangkan organisasi, tapi itu sedang memperjuangkan ego pribadi dengan memakai nama organisasi.

Begitu juga dengan benalu harus disebut sebagai benalu, bukan karena ia tidak pernah berbuat baik, tetapi karena kebaikan masa lalu tidak pernah menjadi pembenaran untuk menjadi sarana perusak hari ini dan yang akan datang.

Jangan merasa karena pernah menyumbang sering dan banyak, lalu boleh menyakiti banyak orang atau pihak lain, Jangan merasa karena pernah berkorban, lalu boleh mengorbankan orang lain. Jangan merasa karena pernah berjasa, lalu semua kesalahan harus ditoleransi dan dimaklumi.

Wadah organisasi bukan tempat untuk mengabadikan jasa seseorang. Tapi Organisasi adalah tempat untuk melanjutkan perjuangan, siapapun yang bertujuan untuk berjuang, ia telah memenuhi syarat untuk bergabung menjadi bagian dari oraganisasi tersebut.

Jika hari ini seseorang memilih menjadi penghalang, merusak dari dalam, menggagalkan kegiatan karena kepentingan pribadi, atau menjadikan pengaruhnya sebagai alat untuk memuaskan ego, maka cepat atau lambat orang akan melihat siapa diri dan apa maksudnya. Perlu disadari bahwa tidak selamanya sesuatu yang ditutup akan tetap tersembunyi, sebaliknya setiap yang disembunyikan pada suatu saat akan terbuka juga. Kata pepatah selihai-lihainya tupai melompat, pasti  akan terjatuh, sepintar-pintar orang menyimpan sesuatu, maka pada waktunya akan terungkap. Begitu pula tidak selamanya orang bisa berlindung di balik nama besar, jabatan, senioritas, atau jasa masa lalu untuk tetap berdiri tegak, karena semua yang ada di dunia ini terbatas oleh ruang waktu, jika sudah sampai pada waktunya akan membuka semuanya, waktulah yang akan menjawab, jangan kecewa, jangan menyesal dan jangan merasa tersakiti, Allah telah mencatat apa yang telah kita lakukan, dan akan diberikan pada saat yang indah nanti diakhirat.

 

JANGAN PUTUS ASA

Tetapi kepada mereka yang selama ini memilih tetap bekerja dalam diam, jangan pernah merasa perjuanganmu sia-sia. Jika tenagamu tidak disebut, Allah SWT mengetahuinya. Jika hartamu tidak dihargai, Allah SWT mengetahuinya. Jika pikiranmu tidak dianggap, Allah SWT mengetahuinya.

Jika do’amu tidak pernah diketahui siapa pun, Allah SWT tetap mengetahuinya. Jangan berhenti berbuat baik hanya karena pernah diperlakukan tidak adil oleh sebagian manusia.

Jangan berhenti berjuang hanya karena ada orang yang mencoba merusak dari dalam. Sebab perjuangan yang besar tidak hanya berhenti karena perilaku beberapa segelintir orang.

Biarkan waktu yang menjadi saksi. Biarkan masyarakat  yang menilai. Biarkan sejarah yang mengabadikan dan mencatatnya.

Karena bagaimanapun juga setiap tindakan dan rencana seseorang akan mempertanggungjawabkan semua yang telah dilakukannya, dan pada akhirnya, setiap kontribusi akan menemukan nilainya, dan setiap perbuatan akan menemukan pertanggungjawabannya.

Kita tidak perlu menjadi orang yang paling berjasa. Tidak perlu menjadi orang yang paling dihormati. Tidak perlu memastikan nama kita selalu disebut.

Cukuplah menjadi bagian dari orang-orang yang ketika pergi, meninggalkan kebaikan; bukan meninggalkan kerusakan. Karena organisasi akan terus berjalan. Generasi akan terus berganti.

Nama-nama akan datang dan pergi, masuk dan keluar.

Tetapi perjuangan yang dilakukan dengan ikhlas akan selalu menemukan jalan untuk diteruskan disebabkan kesabaran dan keikhlasannya.

Mari tetap berkontribusi Sesuai kemampuan, Dengan tenaga, harta, pikiran, waktu, dan do’a.

Bukan untuk menjadi yang paling penting dalam dunia organisasi. Akan tetapi agar ketika suatu saat nanti atau suatu hari saat kita ditanya tentang apa yang telah kita lakukan untuk perjuangan ini, kita bisa menjawab dengan tenang: “Saya mungkin tidak melakukan banyak. Tetapi saya tidak pernah sengaja menghambat. Selamat berjuang melalui organisasi Muhammadiyah  dan dimensi di dalamnya.

 

Bagian terakhir sekaligus sebagai Pesan Moralnya:

Allah SWT menegaskan bahwa amal perbuatan, usaha, serta tujuan hidup manusia di dunia ini sangatlah beragam dan saling berlawanan:

Sebagian manusia memilih jalan ketaatan, gemar bershadaqah, bertaqwa, dan membenarkan kebaikan yang berujung pada kemudahan dan surga.

Sebagian lainnya memilih jalan durhaka, bakhil (kikir), merasa serba cukup, dan mendustakan kebaikan yang berujung pada kesukaran dan neraka.

 



Dinamika Perjalanan Dakwah di Persyarikatan Dinamika Perjalanan Dakwah di Persyarikatan Reviewed by sangpencerah on Oktober 16, 2026 Rating: 5

Tidak ada komentar: