Bermula dari bunyi ayat di bawah ini, muncullah keinginan untuk
mengangkat fenomena faktual di panggung dunia.
"Sungguh, usahamu benar-benar bermacam-macam (beraneka
ragam/berbeda-beda)."(QS. Al-Lail.92:4)
Allah SWT menegaskan bahwa amal perbuatan, usaha, serta tujuan
hidup manusia di dunia ini sangatlah beragam dan saling berlawanan.
Keberadaan warga Muhammadiyah cukup unik dan menarik utnuk di bahas
secara konprehensif, baik dari unsur
pimpinan, warga atau simpatisan, memiliki peran, fungsi dan kewenangan yang
berbeda-beda sesai dengan proporsinya. Cara berjuang di organisasi Muhammadiyah
dilakukan melalui jalan dakwah amar ma'ruf nahi mungkar, gerakan pembaharuan
(tajdid), serta pengelolaan amal usaha secara amanah dan kolektif.
Di Muhammadiyah, setiap orang punya ruang untuk berkontribusi. Yang tua dengan pengalaman dan keteladanannya. Yang
muda dengan tenaga, gagasan, keberanian, dan semangatnya. Ada yang
berkontribusi dengan harta. Ada yang menyumbangkan waktu dan tenaganya. Ada
yang bekerja di balik layar, tanpa pernah disebut namanya. Bahkan ada yang
mungkin hanya mampu membantu dengan doa. Artinya bahwa masing-masing warga tidak
semuanya memiliki kemampuan yang sama, tidak semuanya memiliki jabatan, Tidak
semuanya tampil di depan.
Namun yang membuat perjuangan tetap berjalan adalah kesadaran
bahwa setiap orang (warga) bisa mengambil bagian sesuai kemampuannya.
Dan menariknya, orang yang benar-benar bekerja biasanya tidak
sibuk menghitung jasanya sendiri yang 8telah diperoleh maupun belum
dilaksanakan. Mereka tidak berkata,
“Kalau bukan saya, siapa lagi?”
Mereka tidak merasa organisasi akan berhenti
tanpa dirinya. Mereka tidak menuntut penghormatan hanya karena pernah berbuat
sesuatu. Mereka tidak menjadikan kontribusi sebagai alasan untuk merasa lebih
tinggi daripada yang lain.
Sebab bagi mereka, yang diperjuangkan jauh
lebih besar daripada dirinya sendiri. Sebagaimana pesan ketua umum Pimpinan
Pusat Muhammadiyah Prof. Dr. Haeder Nasir, M.Si, jangan sampai kepentingan
pribadi mengalahkan kepentingan persyarikatan, bhawa setiap warga Muhammadiyah
harus menahan kepentingan pribadi untuk kemaslahatan umat yang lebih besar.
Karena itu dapat dipahami bahwa Muhammadiyah bukan milik satu orang, Bukan
milik satu kelompok, Bukan pula panggung untuk membesarkan nama pribadi, akan
tetapi Muhammadiyah merupakan perjuangan bersama. Namun kita juga harus jujur
bahwa dalam perjalanan sebuah organisasi, selalu ada kemungkinan munculnya
sesuatu yang berbeda.
Pengelolaan sebuah organisasi Ibaratnya mengelola
sawah yang ditumbuhi ulat. Atau ibarat pohon yang dirambati benalu. Dan
keberadaan ulat itu tidak menunjukan bahwa sawah itu buruk atau jelek.
Sedangkan Keberadaan benalu bukan berarti pohonnya harus ditebang atau
dimusnahkan.
Begitu juga ketika ada orang yang berbuat kurang
baik dalam sebuah organisasi, jangan bertindak menjastifikasi apalagi menuduh bahwa
sikap itu mewakili organisasi secara keseluruhan yang berujung pada prasangka
menyalahkan. Ketika seseorang dalam tanda petik melakukan sesuatu atau
menunjukan sikap dan perilaku yang tidak sejalan dengan khittah atau manhaj
organisasi, bukan berarti ia mewakili atau atas nama organisasi, akan tetapi
dia sedang berkreasi atas nama diri sendiri, karena itu maka setiap terjadi sesuatu yang di luar Keputusan resmi
organisasi bukan tanggungjawab dari organsisasi trsebut.
Kepana terjadi hal yang berbeda, karena
organisasi dibangun dan dikelola oleh sekumpulan manusia, Dan setiap manusia
tidak semuanya memiliki niat, kedewasaan, maupun cara berpikir yang sama.
TENTANG BENALU
Ada orang yang tidak merasa dirinya paling
berjasa, tetapi merasa memiliki power, dengan power itu ia merasa berhak
mengatur semuanya. merasa pendapatnya paling sesuai dan harus didengar, merasa setiap
keinginannya harus dipenuhi, merasa dirinya berhak untuk dihormati, Ketika
keinginannya tidak terpenuhi, ia tidak memilih berdialog tidak bekerjasama dan
bahkan memilih untuk menghambat, tidak cukup dengan sikap seperti itu, Ketika
dirinya tidak dilibatkan, ia mencoba menggagalkan. Ketika keputusan tidak
sesuai kehendaknya, ia mencari celah untuk melemahkan. Ketika orang lain
mendapatkan kesempatan, ia berusaha menjatuhkan.
Bahkan sebuah kegiatan yang dibangun oleh
banyak orang dengan tenaga, waktu, biaya, dan pengorbanan bertahun-tahun, bisa
ia rusak hanya karena egonya terluka.
Fenomena seperti ini bukan lagi persoalan
kontribusi, akan tetapi lebih pada sikap kesombongan yang menyamar sebagai
perjuangan dan orang yang memiliki perilaku atau siap seperti ini harus
memahami satu hal yaitu, bahwa Jabatan bukan kekuasaan untuk mempermainkan
orang lain.
Pengalaman bukan lisensi untuk merendahkan
yang lebih muda, Lama berada di organisasi bukan tiket untuk selalu dihormati,
bukan pula legitimasi kedinastian yang berkelanjutan.
Demikian pula halnya bagi yang pernah berjasa
bukan alasan untuk memiliki organisasi, Lebih buruk lagi ketika seseorang
menggunakan pengaruhnya untuk menciptakan ketakutan, memecah komunikasi dan
memutus hubungan, menghambat kegiatan, atau membuat orang lain kehilangan
semangat hanya demi mempertahankan kepentingan dirinya. Sungguh hal seperti itu
bukan memperjuangkan organisasi, tapi itu
sedang memperjuangkan ego pribadi dengan memakai nama organisasi.
Begitu juga dengan benalu harus disebut
sebagai benalu, bukan karena ia tidak pernah berbuat baik, tetapi karena
kebaikan masa lalu tidak pernah menjadi pembenaran untuk menjadi sarana perusak
hari ini dan yang akan datang.
Jangan merasa karena pernah menyumbang sering
dan banyak, lalu boleh menyakiti banyak orang atau pihak lain, Jangan merasa
karena pernah berkorban, lalu boleh mengorbankan orang lain. Jangan merasa
karena pernah berjasa, lalu semua kesalahan harus ditoleransi dan dimaklumi.
Wadah organisasi bukan tempat untuk
mengabadikan jasa seseorang. Tapi Organisasi adalah tempat untuk melanjutkan
perjuangan, siapapun yang bertujuan untuk berjuang, ia telah memenuhi syarat
untuk bergabung menjadi bagian dari oraganisasi tersebut.
Jika hari ini seseorang memilih menjadi
penghalang, merusak dari dalam, menggagalkan kegiatan karena kepentingan
pribadi, atau menjadikan pengaruhnya sebagai alat untuk memuaskan ego, maka
cepat atau lambat orang akan melihat siapa diri dan apa maksudnya. Perlu
disadari bahwa tidak selamanya sesuatu yang ditutup akan tetap tersembunyi,
sebaliknya setiap yang disembunyikan pada suatu saat akan terbuka juga. Kata pepatah
selihai-lihainya tupai melompat, pasti akan
terjatuh, sepintar-pintar orang menyimpan sesuatu, maka pada waktunya akan
terungkap. Begitu pula tidak selamanya orang bisa berlindung di balik nama
besar, jabatan, senioritas, atau jasa masa lalu untuk tetap berdiri tegak,
karena semua yang ada di dunia ini terbatas oleh ruang waktu, jika sudah sampai
pada waktunya akan membuka semuanya, waktulah yang akan menjawab, jangan
kecewa, jangan menyesal dan jangan merasa tersakiti, Allah telah mencatat apa
yang telah kita lakukan, dan akan diberikan pada saat yang indah nanti
diakhirat.
JANGAN PUTUS ASA
Tetapi kepada mereka yang selama ini memilih
tetap bekerja dalam diam, jangan pernah merasa perjuanganmu sia-sia. Jika
tenagamu tidak disebut, Allah SWT mengetahuinya. Jika hartamu tidak dihargai,
Allah SWT mengetahuinya. Jika pikiranmu tidak dianggap, Allah SWT mengetahuinya.
Jika do’amu tidak pernah diketahui siapa pun,
Allah SWT tetap mengetahuinya. Jangan berhenti berbuat baik hanya karena pernah
diperlakukan tidak adil oleh sebagian manusia.
Jangan berhenti berjuang hanya karena ada
orang yang mencoba merusak dari dalam. Sebab perjuangan yang besar tidak hanya
berhenti karena perilaku beberapa segelintir orang.
Biarkan waktu yang menjadi saksi. Biarkan
masyarakat yang menilai. Biarkan sejarah
yang mengabadikan dan mencatatnya.
Karena bagaimanapun juga setiap tindakan dan
rencana seseorang akan mempertanggungjawabkan semua yang telah dilakukannya,
dan pada akhirnya, setiap kontribusi akan menemukan nilainya, dan setiap
perbuatan akan menemukan pertanggungjawabannya.
Kita tidak perlu menjadi orang yang paling
berjasa. Tidak perlu menjadi orang yang paling dihormati. Tidak perlu
memastikan nama kita selalu disebut.
Cukuplah menjadi bagian dari orang-orang yang
ketika pergi, meninggalkan kebaikan; bukan meninggalkan kerusakan. Karena
organisasi akan terus berjalan. Generasi akan terus berganti.
Nama-nama akan datang dan pergi, masuk dan
keluar.
Tetapi perjuangan yang dilakukan dengan
ikhlas akan selalu menemukan jalan untuk diteruskan disebabkan kesabaran dan
keikhlasannya.
Mari tetap berkontribusi Sesuai kemampuan, Dengan
tenaga, harta, pikiran, waktu, dan do’a.
Bukan untuk menjadi yang paling penting dalam
dunia organisasi. Akan tetapi agar ketika suatu saat nanti atau suatu hari saat
kita ditanya tentang apa yang telah kita lakukan untuk perjuangan ini, kita
bisa menjawab dengan tenang: “Saya mungkin tidak melakukan banyak. Tetapi saya
tidak pernah sengaja menghambat. Selamat berjuang melalui organisasi
Muhammadiyah dan dimensi di dalamnya.
Bagian terakhir sekaligus sebagai Pesan
Moralnya:
Allah SWT menegaskan bahwa amal perbuatan,
usaha, serta tujuan hidup manusia di dunia ini sangatlah beragam dan saling
berlawanan:
Sebagian manusia memilih jalan ketaatan,
gemar bershadaqah, bertaqwa, dan membenarkan kebaikan yang berujung pada
kemudahan dan surga.
Sebagian lainnya memilih jalan durhaka,
bakhil (kikir), merasa serba cukup, dan mendustakan kebaikan yang berujung pada
kesukaran dan neraka.
Reviewed by sangpencerah
on
Oktober 16, 2026
Rating:





Tidak ada komentar: