Tafsir QS. As-Sajdah, ayat 7-9 Ibnu Katsir
الَّذِي أَحْسَنَ كُلَّ شَيْءٍ خَلَقَهُ
وَبَدَأَ خَلْقَ الإنْسَانِ مِنْ طِينٍ (7) ثُمَّ جَعَلَ نَسْلَهُ مِنْ سُلالَةٍ
مِنْ مَاءٍ مَهِينٍ (8) ثُمَّ سَوَّاهُ وَنَفَخَ فِيهِ مِنْ رُوحِهِ وَجَعَلَ
لَكُمُ السَّمْعَ وَالأبْصَارَ وَالأفْئِدَةَ قَلِيلا مَا تَشْكُرُونَ (9)
Yang membuat segala sesuatu yang Dia
ciptakan sebaik-baiknya dan Yang memulai penciptaan manusia dari tanah.
Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari sari pati air yang hina (air mani). Kemudian
Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalam (tubuh)wya roh (ciptaan)-Nya
dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi)
kamu sedikit sekali bersyukur.
Allah SWT. menceritakan bahwa Dia telah
menciptakan segala sesuatu dengan ciptaan yang sebaik-baiknya dan
serapi-rapinya. Malik telah meriwayatkan dari Zaid ibnu Aslam sehubungan dengan
makna firman-Nya:
الَّذِي أَحْسَنَ كُلَّ شَيْءٍ خَلَقَهُ
Yang membuat segala sesuatu yang Dia
ciptakan sebaik-baiknya. (As-Sajdah: 7)
Yakni Yang Menciptakan segala sesuatu dengan
sebaik-baiknya, seakan-akan menurut takwilnya terjadi taqdim dan ta'khir dalam
ungkapan ayat.
Sesudah Allah menyebutkan tentang penciptaan
langit dan bumi, kemudian Dia menyebutkan tentang penciptaan manusia. Untuk itu
Dia berfirman:
وَبَدَأَ خَلْقَ الإنْسَانِ مِنْ طِينٍ
dan yang memulai penciptaan manusia dari
tanah. (As-Sajdah: 7)
Maksudnya, Dia menciptakan bapak manusia
Adam dari tanah.
ثُمَّ جَعَلَ نَسْلَهُ مِنْ سُلالَةٍ مِنْ
مَاءٍ مَهِينٍ
Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari
sari pati air yang hina. (As-Sajdah: 8)
Yaitu mereka berkembang biak melalui nutfah
(air mani) yang dikeluarkan dari antara tulang sulbi laki-laki dan tulang
dada perempuan.
ثُمَّ سَوَّاهُ
Kemudian Dia menyempurnakannya. (As-Sajdah: 9)
Ketika Allah menciptakan Adam dari tanah,
Dia menciptakannya dengan ciptaan yang sempurna lagi utuh.
وَنَفَخَ فِيهِ مِنْ رُوحِهِ وَجَعَلَ
لَكُمُ السَّمْعَ وَالأبْصَارَ وَالأفْئِدَةَ
dan meniupkan ke dalam (tubuh)nya roh
(ciptaan)-iVya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan
hati. (As-Sajdah: 9)
Yaitu akal.
قَلِيلا مَا تَشْكُرُونَ
(tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur. (As-Sajdah:
9)
Yakni dengan adanya kekuatan tersebut yang
telah dianugerahkan oleh Allah SWT. kepada kalian. Maka orang yang berbahagia
adalah orang yang menggunakannya untuk ketaatan kepada Tuhannya.
Reviewed by sangpencerah
on
September 09, 2026
Rating:





Tidak ada komentar: