Hadits ke-6 dari 191, BAB 23. PERINTAH BERBUAT YANG MAKRUF DAN MENCEGAH YANG MUNKAR, KITAB : NUZHATUL MUTTAQIEN SYARH RIYADUS SHALIHIN

Hadits ke-6 dari 191, BAB 23. PERINTAH BERBUAT YANG MAKRUF DAN MENCEGAH YANG MUNKAR, KITAB : NUZHATUL MUTTAQIEN SYARH RIYADUS SHALIHIN




عن أم المؤمنين أم الحكم زينب بنتِ جحش رَضِي الله عنها: أن النَّبيّ - صلى الله عليه وسلم - دخل عَلَيْهَا فَزِعًا، يقول: لا إلهَ إلاّ الله، وَيلٌ للْعَرَبِ مِنْ شَرٍّ قَدِ اقْتَرَبَ، فُتِحَ اليَوْمَ مِنْ رَدْمِ يَأجُوجَ وَمَأجُوجَ مِثلَ هذِهِ، وحلّق بأُصبُعيهِ الإبهامِ والتي تليها، فقلتُ: يَا رَسُول الله، أنَهْلِكُ وَفِينَا الصَّالِحُونَ؟ قَالَ: نَعَمْ، إِذَا كَثُرَ الخَبَثُ . مُتَّفَقٌ عَلَيهِ.

 

191. Dari Ummul mu'minin yakni Ummul Hakam, yaitu Zainab binti Jahsy ra, bahwasanya Rasulullah SAW. masuk dalam rumahnya dengan rasa ketakutan. Beliau SAW. mengucapkan: "La ilaha illallah, celaka bagi bangsa Arab, karena keburukannya yang telah dekat. Hari itu telah terbuka dari penghalang/tabir Ya'juj dan Ma'juj seperti ini," dan beliau SAW melingkarkan kedua jarinya yakni ibu jari dan jari sebelahnya (telunjuk). Saya -Zainab- lalu berkata: "Ya Rasulullah, apa kita akan binasa, sedangkan di kalangan kita masih ada orang-orang yang shalih?" Beliau .SAW. bersabda: "Ya jikalau keburukan itu telah banyak." (Muttafaq 'alaih)


HR. Muslim Fiil Anbiyaai wal fitani ( Bab Qishati Ya'juja wa Ma'juja wa ghairuhu, Wa Muslim fiil fitani ( Bab Iqtarabil fitani wafathi radmi Ya'juja wa ma'juja)

 

Lughatul hadits:

-Faz'an: Ketakukan;kepanikan dan ketakutan

-Wailun: Kalimat ungkapan hukuman dan dalam rasa ketakutan yang berbicara; yaitu kalimat yang terucap saat katakutan.

-Ya'Juj wa Ma'juj: Kaum yang akan muncul di akhir zaman dan melakukan kerusakan di bumi, dan kemuncukan mereka bagian dari tanda-tanda hari kiamat.

-Radmu: penghalang

-Hallaqa biushbu'ihi:  menempatkan jari telunjuk di pangkal ibu jarinya dan menutupnya sehingga tidak ada celah melainkan celah kecil

-AlKhabtsu: Ulama menafsirkan kerusakan dan kemaksiatan/perbuatan dosa, dan ada yang berpendapat: terkait perbuatan zina. juga ada pendapat: anak-anak yang hasil zina, Kata Imam Nawawi: Yang jelas itu adalah murni (tindakan) kemaksiatan

 

Faidah Hadits:

-Terjadinya kehancuran secara umum disebabkan banyaknya kemaksiatan dan penyebarannya., meskipun banyaknya orang-orang shalih.

-penjelasan buruknya maksiat

-Bencana bisa menimpa seluruh manusia baik orang shaleh maupun orang yang rusak, akan tetapi kelak akan dibangkitkan sesuai niat mereka.

-Anjuran mengingkari kemaksiatan dan mencegah timbulnya.


 

 Informasi: 0853-3596-6927 | IG: @ppinovasimalang 

Hadits ke-6 dari 191, BAB 23. PERINTAH BERBUAT YANG MAKRUF DAN MENCEGAH YANG MUNKAR, KITAB : NUZHATUL MUTTAQIEN SYARH RIYADUS SHALIHIN Hadits ke-6 dari 191, BAB 23. PERINTAH BERBUAT YANG MAKRUF DAN MENCEGAH YANG MUNKAR, KITAB : NUZHATUL MUTTAQIEN SYARH RIYADUS SHALIHIN Reviewed by sangpencerah on Agustus 27, 2026 Rating: 5

Tidak ada komentar: