Relevansi Dakwah Rasullullah SAW dengan Dakwah Muda Masa kini (1)

 Relevansi Dakwah Rasullullah SAW dengan Dakwah Muda Masa kini (1)
oleh: Aditya Satrya Wibawa Utama
(Anggota PCIM Jerman)

 


Dalam dunia dakwah, Islam menganjurkan untuk di lakukan secara bertahap, tapi juga bisa dilakukan secara instan, tergantung pada kond


isi masyarakat muslim yang dihadapi nya.

 

– Fase Dakwah Sirriyah

Perjalanan dakwah Rasulullah SAW. memiliki tahapan-tahapan. Pada fase paling awal, dakwah tidak langsung diumumkan kepada publik Makkah. Rasulullah SAW. memulai dari lingkaran terdekat, orang-orang yang mengenal kejujuran beliau, dan pribadi-pribadi yang siap menerima kebenaran. Fase ini biasa disebut dakwah sirriyah.

 

Peta 23 Tahun Dakwah Rasulullah

Di sinilah letak salah satu pelajaran penting bagi gerakan Islam. Dakwah membutuhkan keberanian, tetapi keberanian tidak identik dengan tergesa-gesa. Dakwah juga membutuhkan strategi, pembacaan situasi, dan penyiapan kader agar risalah tetap hidup dan bertumbuh.

Kitab Ar-Rahiq Al-Makhtum karya Syekh Shafiyyurrahman Al-Mubarakfuri membagi perjalanan dakwah Rasulullah SAW. selama kurang lebih 23 tahun ke dalam dua fase besar. Pertama, fase Makkah yang berlangsung sekitar 13 tahun. Kedua, fase Madinah yang berlangsung 10 tahun penuh.

Fase Makkah sendiri terbagi lagi menjadi tiga periode. Periode pertama adalah dakwah sirriyah selama kurang lebih tiga tahun. Periode kedua adalah dakwah terbuka di tengah penduduk Makkah, dimulai sejak awal tahun keempat kenabian hingga sekitar akhir tahun kesepuluh. Periode ketiga adalah dakwah yang mulai meluas ke luar kota Makkah, berlangsung sejak akhir tahun kesepuluh kenabian hingga hijrah ke Madinah.

Bagi Muhammadiyah, yang namanya dinisbahkan kepada Rasulullah Muhammad SAW., pembacaan seperti ini penting. Mengikuti Nabi bukan hanya mencintai beliau secara emosional, tetapi juga belajar dari cara beliau membangun manusia, mengelola dakwah, menghadapi realitas sosial, dan menegakkan risalah secara bertahap.

 

Al-Qur’an sebagai Fondasi Gerakan

Sebelum masuk pada rincian dakwah sirriyah, kajian ini mengingatkan kembali empat ayat yang menjelaskan tugas utama Rasulullah SAW.: QS. Al-Baqarah: 129, QS. Al-Baqarah: 151, QS. Ali Imran: 164, dan QS. Al-Jumu’ah: 2. Dari ayat-ayat itu tampak empat pilar dakwah Nabi: membacakan ayat-ayat Allah SWT, menyucikan jiwa, mengajarkan Al-Quran, dan mengajarkan Al-Hikmah.

Al-Kitab dalam penjelasan para ulama merujuk kepada Al-Qur’an, sedangkan Al-Hikmah merujuk kepada sunah Rasulullah SAW. Dari sini terlihat bahwa umat ini dibangun dengan wahyu, ilmu, penyucian jiwa, dan keteladanan Nabi SAW. Dakwah bukan sekadar ajakan moral, melainkan proses pendidikan yang menyentuh akidah, ibadah, akhlaq, ilmu, dan orientasi hidup.

Wahyu pertama yang turun juga menegaskan hal tersebut:

Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan; Dia menciptakan manusia dari sesuatu yang melekat. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Mahamulia, yang mengajar dengan pena, mengajar manusia apa yang tidak diketahuinya. (QS. Al-‘Alaq: 1-5)

Lima ayat pertama ini menunjukkan bahwa kebangkitan umat dimulai dari ilmu. Ilmu itu bersumber dari wahyu, diturunkan kepada Rasulullah SAW., lalu diajarkan kepada manusia. Karena itu, dakwah Rasulullah SAW. sejak awal tidak dapat dilepaskan dari qiraah, tilawah, dan tadabur: membaca Al-Qur’an dengan benar, mengikuti petunjuknya, dan merenungkan maknanya sampai melahirkan amal.

Rasulullah SAW. juga tidak bertindak berdasarkan hawa nafsu. Setiap langkah besar dalam dakwah beliau berada dalam bimbingan wahyu.

 

Ia tidak berbicara menurut hawa nafsu. Yang disampaikannya tidak lain adalah wahyu yang diwahyukan. (QS. An-Najm: 3-4)

Dengan demikian, dakwah sirriyah merupakan bagian dari hikmah kenabian: memulai dari fondasi iman, ilmu, dan pembinaan orang-orang pertama yang kelak memikul beban dakwah.

 

Mengapa Makkah Menjadi Medan yang Berat

Makkah pada masa itu adalah pusat keagamaan bangsa Arab. Di sana berdiri Ka’bah, rumah suci yang jejaknya kembali kepada Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail alaihimas salam. Namun pada saat yang sama, Makkah juga telah dipenuhi berhala yang disucikan oleh berbagai kabilah Arab.

Dalam lintasan sejarah, ajaran tauhid yang ditinggalkan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail mengalami perubahan panjang. Pada masa tertentu, Amr bin Luhay dari Khuza’ah dikenal sebagai tokoh yang membawa berhala dari Syam ke Makkah. Sejak saat itu, penyembahan berhala semakin mengakar di Jazirah Arab.

Karena Makkah adalah pusat keagamaan dan pusat kepentingan sosial-politik Quraisy, memperbaiki masyarakat dari inti kota itu bukan perkara ringan. Perubahan dari luar akan sangat sulit. Perbaikan harus dimulai dari dalam, dari pusat masyarakat, dari orang-orang yang hidup di tengah realitas itu sendiri.

Usaha seperti ini membutuhkan tekad yang tidak mudah diguncang. Dakwah kepada tauhid berarti menyentuh keyakinan, tradisi leluhur, kedudukan sosial, ekonomi haji, dan otoritas para pemuka Quraisy. Karena itu, memulai dakwah secara privat kepada orang-orang terdekat adalah langkah yang sangat bijaksana.

 

Lingkaran Pertama yang Menerima Islam

Rasulullah SAW. memulai dakwah dari orang-orang terdekat. Orang pertama yang menerima Islam adalah Ummul Mukminin Khadijah binti Khuwailid ra., istri beliau yang paling mengenal kejujuran, ketulusan, dan kemuliaan akhlak Rasulullah SAW.

Setelah itu, termasuk generasi paling awal yang menerima Islam adalah Zaid bin Haritsah ra., yang berada dalam pengasuhan Rasulullah SAW.; Ali bin Abi Thalib ra., sepupu beliau yang saat itu masih belia dan hidup dalam tanggungan Nabi; serta Abu Bakar ash-Shiddiq ra., sahabat paling dekat Rasulullah SAW.

Keempat pribadi ini menunjukkan bahwa dakwah pertama kali tumbuh dari rumah, keluarga, dan persahabatan yang paling terpercaya. Khadijah ra. memberi dukungan batin dan keyakinan. Zaid ra. menerima Islam dari lingkungan rumah Nabi. Ali ra. menjadi gambaran pentingnya pembinaan generasi muda. Abu Bakar ra. menjadi contoh sahabat yang tidak hanya menerima kebenaran, tetapi segera bergerak mengajak orang lain.

Peran Abu Bakar sangat menonjol. Ia dikenal sebagai orang yang jujur, dermawan, berakhlaq baik, memiliki hubungan sosial yang luas, dan dipercaya masyarakat. Dari dakwah Abu Bakar, masuk Islam beberapa tokoh besar generasi awal, di antaranya Utsman bin Affan, Zubair bin Awwam, Abdurrahman bin Auf, Sa’ad bin Abi Waqqash, dan Thalhah bin Ubaidillah radhiallahu anhum.

Di sini tampak kaidah penting: sebelum seseorang mengajak orang lain kepada kebaikan, integritas dirinya memiliki pengaruh besar. Abu Bakar memiliki kredibilitas. Orang percaya kepada dakwahnya karena mereka telah mengenal keluhuran pribadinya.

 

Darul Arqam dan Kaderisasi Awal Islam

Di antara nama penting dalam fase dakwah sirriyah adalah Arqam bin Abil Arqam ra. Rumahnya menjadi tempat berkumpul dan pembinaan kaum muslimin awal. Dari rumah inilah dakwah memperoleh ruang yang relatif aman untuk belajar, menguatkan iman, dan menyusun langkah.

Arqam berasal dari Bani Makhzum, kabilah yang juga melahirkan Abu Jahal, salah satu tokoh paling keras yang memusuhi Rasulullah SAW. Justru karena itu, rumah Arqam memiliki posisi yang unik. Ia tidak langsung dicurigai sebagai pusat pertemuan pengikut Nabi. Arqam juga masih sangat muda, tetapi rumahnya menjadi salah satu titik penting dalam sejarah kaderisasi Islam.

Nama Arqam kemudian hidup dalam tradisi pembinaan Muhammadiyah melalui istilah Baitul Arqam. Ini bukan sekadar nama program. Ia mengingatkan bahwa gerakan Islam membutuhkan tempat pembinaan, suasana belajar, kedisiplinan, persaudaraan, dan kader-kader yang ditempa dengan ilmu serta iman.

Dakwah sirriyah, karena itu, tidak boleh dipahami sebagai masa pasif. Justru pada masa ini fondasi manusia dibangun. Orang-orang awal dibina dengan wahyu. Mereka belajar tauhid, membersihkan keyakinan dari syirik, memperbaiki orientasi hidup, dan mulai menjalankan ibadah sesuai tuntunan yang sampai kepada mereka.

Bersambung …


 

Relevansi Dakwah Rasullullah SAW dengan Dakwah Muda Masa kini (1) Relevansi Dakwah Rasullullah SAW dengan Dakwah Muda Masa kini (1) Reviewed by sangpencerah on September 18, 2026 Rating: 5

Tidak ada komentar: