Hadits ke-3 dari 185, BAB 22. NASEHAT, KITAB : NUZHATUL MUTTAQIEN SYARH RIYADUS SHALIHIN
عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ لا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ. متفق عليه
185. Dari Anas ra berkata , bahwa Nabi SAW bersabda, "Tidaklah iman
seseorang di antara kalian sempurna hingga ia mencintai untuk saudaranya apa
yang ia cintai untuk dirinya sendiri." HR. Muttafaqun alaih
HR. Bukhari
fiil imaani (Bab minal imaanian yuhibba liakhihi… ila akhir) wa Muslim fiil Imaan
(Bab Daliili ala anna min min hishalil imaani an yuhibba liakhihi ma yuhibba
linafsihi minal khairi)
Lughatul
Hadits:
Faidah
Hadits:
Bahwa syarat
iman yang sempurna yaitu kecintaan seorang muslim sebagaima apa yang
orang-orang muslim cintai dan yang membawa dirinya kepada kebaikan dan ketaatan.
Dan ia berusaha keras untuk mencapainya, dan dari kebutuhan tentang hal
tersebut (rasa cinta) termasuk memberi
nasihat dan membimbing mereka menuju hal-hal yang bermanfaat bagi mereka.
Reviewed by sangpencerah
on
April 07, 2026
Rating:




Tidak ada komentar: