MAKNA DAN MANFAAT SILATURRAHIM

MAKNA DAN MANFAAT SILATURRAHIM
Oleh. Ust. Muhammad Abduh Hisyam,
Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah,




MAKNA BAHASA

Kata-kata “silaturahim” atau “silaturahmi” itu berasal dari bahasa Arab yang terdiri dari dua kata; silat dan ar-rahim atau ar-rahmi. (صلة الرحم) Silat itu huruf-hurufnya adalah : shaad, laam dan taa’ marbuthah,(صلة) Ta’ marbuthah tersebut tetap diucapkan ta’ apabila kata ini diidhafahkan (disambungkan) dengan kata lain, tapi kalau disebut secara terpisah diucapkan “silah” memakai ha’. Transliterasi (penyalinan huruf abjad ke huruf abjad lain) silat atau silah itu sebenarnya kurang tepat, karena huruf pertama adalah shaad, bukan siin. Yang lebih tepat jika ditulis shilat/h atau silat/h dengan titik di bawah huruf s. Silat atau silah artinya sambungan atau menyambung atau menjalin atau menghubungkan.

Sedang ar-rahim atau ar-rahmi dari satu akar kata yang sama yaitu rahima – yarhamu. Transliterasinya ada yang menulis seperti di atas, dan ada pula yang menulis seperti berikut: al-rahim atau al-rahm. Dari kata-kata rahima – yarhamu bisa menghasilkan dua bentuk masdar (kata infinitif) yang berbeda dan mempunyai arti yang berbeda pula; Pertama: rahima – yarhamu – ruhman – wa ruhuman – wa rahmatan – wa rahamatan – marhamatan yang artinya kasih sayang. Kedua: rahima – yarhamu – rahman – wa rahaman – wa rahamatan yang mempunyai arti rasa sakit pada rahim wanita setelah melahirkan.


Dari penjelasan di atas tampak bahwa bahasa Arab itu mempunyai makna yang luas, sehingga dengan demikian tidak salah jika kita mengatakan silaturruhmi, silaturruhumi, silaturrahmati, silaturrahamati, silatulmarhamati. Namun yang paling tepat adalah “silaturahim“, karena ini disebut dalam banyak hadis, antara lain seperti berikut:

 “Diriwayatkan dari Anas bin Malik ra, ia berkata: Saya mendengar Rasulullah saw bersabda: “Barang siapa yang suka dilapangkan rezekinya atau ditambahkan umurnya maka hendaklah ia menyambung kekerabatannya”.” [HR.Bukhari dan Muslim]

Dalam hadits lain disebutkan; “Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, diriwayatkan dari Nabi SAW, beliau bersabda: “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah ia menghormati tamunya. Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah ia menyambung kekerabatannya. Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah ia berbicara yang baik atau hendaklah ia diam”. [HR. Bukhari].

“Diriwayatkan dari Anas, diriwayatkan dari Nabi SAW, beliau bersabda: “Sesungguhnya rahim (kekerabatan) itu adalah cabang kuat di ‘Arsy berdoa dengan lisan yang tajam: “Ya Allah sambunglah orang yang menyambungku dan putuslah orang yang memutusku”. Maka Allah Tabaraka wa Ta’ala berfirman: “Aku adalah ar-Rahman ar-Rahim. Sungguh Aku pecahkan dari namaKu untuk rahim (kekerabatan), maka barangsiapa menyambungnya niscaya Aku menyambung orang itu, dan barangsiapa memutuskannya pasti Aku memutuskan orang itu”.” [Diriwayatkan oleh al-Haitsami].

Boleh juga kita mengatakan “silaturrihmi” karena arti “ar-rihmi” sama dengan “ar-rahim” yang mempunyai tiga arti; rahim wanita, kekerabatan dan kerabat itu sendiri. Kerabat itu adalah mereka yang antara orang itu dengan lainnya ada ikatan nasab atau keturunan, baik ia mewarisinya atau tidak.

Kata-kata silaturahim atau silaturahmi ini sangat populer bagi penduduk Indonesia dan masuk ke dalam bahasa Indonesia tanpa perlu diterjemahkan lagi. Ini seperti istilah-istilah Islam lainnya seumpama shalat, haji, amar ma’ruf nahi munkar dan lainnya. Namun supaya lebih jelas dan tegas berikut ini dipaparkan arti silaturahim yaitu menyambung atau menjalin kasih sayang kita dengan kerabat dan kenalan kita dengan cara memberinya sedekah atau salam atau pertolongan atau mengunjunginya atau lainnya sesuai dengan keadaan kita dan mereka.

Jadi meskipun dalam hal ini yang paling tepat adalah “silaturahim” atau “silaturrihmi“, kami berpendapat, jika kata-kata Arab itu telah menjadi bahasa kita, maka tidak mengapa menuliskan atau mengucapkannya sesuai dengan yang mudah bagi lisan kita. Tambahan pula, bahasa itu berkembang dan senantiasa mengalami modifikasi, apalagi ketika ditransliterasikan (disalin) atau diterjemahkan ke dalam bahasa lain. Dan bukan suatu kesalahan menurut syara’ jika kita melakukan hal itu.


MANFAAT SILATURRAHIM

Berikut ini adalah beberapa manfaat silaturahmi dalam Islam. Semoga kita bisa mengamalkannya dan mendapatkan semua manfaat berikut ini. 


1. Melapangkan rezeki

Ada kalanya seseorang mengalami kesulitan dalam mencari rizki. Mudah bagi Allah SWT memberikan rizki bagi hambanya bahkan dari arah yang tidak diduga-duga. Rasulullah SAW menyampaikan dalam sebuah hadits bahwa salah satu manfaat bersilaturrhim yaitu melapangkan rezeki/rizki.

“Barangsiapa ingin dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi.” (HR. Bukhari & Muslim)


2. Memperpanjang umur

Setiap manusia tentu ingin diberikan umur yang panjang, sebab dengan panjangnya umur akan memperbanyak kesempatan untuk berbuat kebaikan. Manusia juga tempatnya salah dan lupa, maka dari itu dengan umur yang panjang akan memilik kesempatan untuk bertaubat atas dosa-dosa yang telah lalu.


3. Menghibur kerabat

Manusia adalah makhluk sosial yang saling membutuhkan satu sama lain. Dengan bersilaturahmi bisa menghibur dan membantu kerabat yang sedang kesulitan. Terkadang ada orang yang segan meminta bantuan padahal ia membutuhkan, sebagai kerabat sudah seharusnya untuk membantu tanpa harus menunggu diminta.

Bukan tidak mungkin saat kita yang sedang kesulitan maka aka nada kerabat kita yang membantu. Sebab segala amal perbuatan kita akan dibalas sesuai dengan apa yang kita kerjakan. Jika tidak dibalas di dunia, tentu kita akan mendapatkan balasannya di akhirat.

“Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula).” (QS Ar-Rahmaan : 60).


4. Sebagai Tanda Ketaatan Kepada Allah

Silaturahmi adalah salah satu ajaran yang diperintahkan oleh Allah SWT. Dalam sebuah hadits bahkan Rasullah menyebutkan bahwa orang yang menyambung tali silaturahim adalah orang yang beriman kepada hari akhir. 

“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia memuliakan tamunya, dan barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maha hendaklah ia menyambung hubungan silaturahmi.” (HR. Bukhari & Muslim)


5. Menghilangkan perselisihan

Seringkali perselisihan antar saudara maupun kerabat terjadi, bisa karena perbedaan pilihan, prinsip atau bahkan masalah ekonomi. Meski demikian Allah SWT melarang untuk memutuskan hubungan tali silaturahmi.

Salah satu bentuk hikmah silaturahmi dalam islam adalah dapat menghilangkan perselisihan yang sedang terjadi. Dengan saling bertegur sapa, bukan tidak mungkin masalah akan dapat diselesaikan dengan baik-baik.


6. Mendapatkan Rahmat

Mencari rahmat Allah SWT adalah bentuk usaha kita sebagai umat muslim untuk mendapatkan tempat terbaik di yaummul akhir nanti. Salah satu amalan yang paling mudah agar mendapat rahmat Allah SWT adalah dengan menyambung tali silaturrahim, sebagaimana hadits berikut:

Allah berfirman: “Aku adalah Mahapengasih dan ia adalah Rahim, nama itu diambil dari bagian nama-Ku, siapa yang menyambungnya, maka Aku memberikan rahmat-Ku kepadanya, dan siapa yang memutuskannya, maka Aku memutuskan rahmat-Ku darinya.” (HR Abu Dawud)


7. Masuk Surga

Tidak ada balasan lain yang lebih besar balasannya daripada surga. Menyambung tali silaturahmi bukan hanya sekadar urusan kita dengan kerabat, tetapi juga sebagai bentuk ikhtiar dan ketaatan atas apa yang Allah SWT perintahkan. Berikut merupakan sebuah hadits yang menyampaikan bahwa balasan dari menyambung tali silaturahmi adalah masuk surga:

Sedangkan menjaga silaturahim memiliki banyak hikmah, antara lain:

Mendapatkan Keberkahan: Dengan menjaga hubungan baik, kita akan mendapatkan keberkahan dari Allah SWT.

Membangun Keharmonisan: Silaturahim dapat menciptakan suasana yang harmonis dalam keluarga dan masyarakat.

Mendapatkan Dukungan: Dalam kehidupan, kita memerlukan dukungan dari orang-orang terdekat. Silaturahim memudahkan kita untuk saling membantu.


Kesimpulan

Menjaga silaturahim adalah amalan yang sangat penting dalam Islam. Dengan dalil-dalil dari Al-Qur’an dan Hadis yang jelas, kita diajarkan untuk selalu menjaga hubungan baik dengan keluarga, teman, dan masyarakat. Topik ini sangat penting untuk disampaikan kepada masyarakat, karena banyak orang yang masih mengabaikan pentingnya silaturahmi. Mari kita tingkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga silaturahim agar kita dapat meraih keberkahan dan kebahagiaan dalam

 hidup di dunia sampai ke akhirat kelak.



MAKNA DAN MANFAAT SILATURRAHIM MAKNA DAN MANFAAT SILATURRAHIM Reviewed by sangpencerah on April 03, 2026 Rating: 5

Tidak ada komentar: