Hadits ke-4 dari 182, BAB 21. SALING TOLONG MENOLONG DALAM KEBAIKAN DAN KETAKWAAN, KITAB : NUZHATUL MUTTAQIEN SYARH RIYADUS SHALIHIN
Hadits ke-4 dari 182, BAB 21. SALING TOLONG MENOLONG DALAM KEBAIKAN DAN KETAKWAAN, KITAB : NUZHATUL MUTTAQIEN SYARH RIYADUS SHALIHIN
عَنْ أَبِي مُوسَى الأشعري رضي الله عنه عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اَنّهُ قَالَ: الْخَازِنُ الْمُسْلِمُ الْأَمِينُ الَّذِي يُنْفِذُ مَا أُمِرَ بِهِ، فَيُعْطِيهِ كَامِلًا مُوَفَّرًا طَيِّبَةً بِهِ نَفْسُهُ فَيَدْفَعُهُ إِلَى الَّذِي أُمِرَ لَهُ بِهِ، أَحَدُ الْمُتَصَدِّقَيْنِ. متفق عليه
و ضبطوا (( الْمُتَصَدِّقَيْنِ)) بفتج القاف مع كسر النون علي التثنية، وعكسه علي الجمع، وكلاهما صحيح
182. Dari Abu Musa Al Asy'ary ra. berkata dari Nabi SAW, bahwa Beliau SAW bersabda: "Seorang bendahara muslim yang amanah adalah orang yang melaksanakan tugasnya (dengan baik), lalu ia melaksanakan (tugasnya) dengan sempurna dan jujur serta jiwa yang baik, kemudian menyampaikan/menyalurkan harta tersebut sebagaimana yang diperintahkannya, maka ia termasuk salah satu dari dua orang yang bersedekah.". HR Muttafaqun alaih.
didalam riwayat lain الذي يُعْطِي مَا أُمِرَ بِهِ yaitu yang melaksanakan apa yang diperintahkan kepadanya.
dan (menurut ahli hadits) kata الْمُتَصَدِّقَيْنِ dengan fathah di huruf qaf serta kasrah pada huruf nun bermakna berdua, dan kebalikannya bermakna semuanya. Makna Keduanya benar
HR. Bukhari fii zakaati ( Bab Ajril Khadimi) wa Muslim fii Zakaati (Bab Ajril khadimil amiini wal mar atu idza tashaddaqat min bayti zauziha ghaira mufsidatan biidznihi shariih aw 'arafy)
Lughatul Hadits;
-AlKhazinu: orang yang menyimpan harta orang lain dengan ijinnya dan mengamankannya.
-Muwaffiran: secara sempurna pada umumnya
-Thayyibatan bihi nafsuhu: tidak berlaku dengki dengan yang diberikan sedekah dan tidak menyakiti baik perbuatan maupun perkataan.
-Dhabathuu: para Ahli hadits
Faidah Hadits:
- Barang siap yang dititipkan perbuatan dari perbuatan yang baik lalu melaksanakan titipan dengan cara baik serta dengan senang hati, maka baginya seperti pahala orang yang sesungguhnya yang menitipkan (amanahnya), begitu juga orang yang berserikat atau yang bersamanya denganya untuk memberikan manfaat dan menghindari bahaya/kerusakan, meskipun ia tidak menafkahkan apapun dari harta yang jadi urusannya
Reviewed by sangpencerah
on
Februari 05, 2026
Rating:





Tidak ada komentar: