Hadits ke-1 dari 183, BAB 22. NASEHAT, KITAB : NUZHATUL MUTTAQIEN SYARH RIYADUS SHALIHIN

Hadits ke-1 dari 183, BAB 22. NASEHAT, KITAB : NUZHATUL MUTTAQIEN SYARH RIYADUS SHALIHIN


BAB. 22. NASEHAT



اِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ اِخْوَةٌ



Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, QS. AL Hujurat 10.


وَاَنْصَحُ لَكُمْ


.. dan aku memberi nasihat kepadamu... QS. Al A’raf 62


اُبَلِّغُكُمْ رِسٰلٰتِ رَبِّيْ وَاَنَا۠ لَكُمْ نَاصِحٌ اَمِيْنٌ ٦٨


…. dan aku terhadap kamu adalah penasihat yang tepercaya. QS. Al A’raf 68

 

عَنْ أَبِيْ رُقَيَّةَ تَمِيْمِ بْنِ أَوْسٍ الدَّارِيِّ رضي الله عَنْه أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ قَالَ : الدِّيْنُ النَّصِيْحَةُ، قُلْنَا : لِمَنْ ؟ قَالَ: ِللهِ وَلِكِتَابِهِ وَلِرَسُوْلِهِ وَلِأَئِمَّةِ المُسْلِمِيْنَ وَعَامَّتِهِمْ – رَوَاهُ مُسْلِمٌ.

 

183. Dari Abi Ruqayyah, Tamim bin Aus ad-Dari ra, Bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Agama itu adalah nasihat.” Kami (para Sahabat) bertanya, ‘Untuk siapa?’ Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, ‘Bagi Allah, bagi Kitab-kitab-Nya, bagi para Rasul-Nya, bagi para pemimpin kaum Muslimin serta bagi (Muslimin) umumnya.”. HR. Muslim

HR. Muslim fiil imaani (Bab Bayaani anna dhinna nashihata)

 


Lughatul Hadits:

-Nashihatu: Nasihat: Kalimat yang digunakan untuk menyatakan keinginan akan kebaikan bagi orang yang dinasihati. Akar kata "nasihat" dalam bahasa adalah kesucian, seperti dalam aku telah membersihkan madu ketika aku telah memisahkannya dari lilin dan membuangnya. Ada juga yang mengatakan bahwa kata ini berasal dari "orang yang menambal pakaiannya," sehingga tindakan pemberi nasihat dalam apa yang dia inginkan untuk orang yang dinasihati disamakan dengan menambal pakaian.

-A’immatul Muslimin:   para penguasa/pemimpin orang-orang muslim

-‘Amaatihim: semua kaum Muslimin selain para penguasa.

 

Faidah Hadits:

- Kewajiban memberi nasihat kepada umat Muslim, karena itu adalah tiang agama dan penguatnya

-hadist tersebut menyatakan: Bagi Allah Ta’ala yaitu: melalui keteguhan iman kepada-Nya dan ketulusan dalam beribadah kepada-Nya.

- Bagi Kitab-Nya Allah Ta’ala: Dengan beriman kepadanya, berpegang teguh/merutinkan bacanya, mengamalkan hukum-hukumnya, dan tidak memutarbalikkannya.

- Bagi Rasulullah SAW: dengan beriman kepada risalahnya, menaati perintah-perintahnya, dan berpegang teguh sunnahnya dan syariatnya.

- Bagi Penguasa/pemimpin muslim: dengan membantu mereka menegakkan kebenaran dan menaati mereka dalam segala hal yang tidak berdosa, memperbaiki penyimpangan mereka dengan kebaikan, dan tidak memberontak terhadap mereka kecuali jika mereka menunjukkan sesuatu yang mengindikasikan kekafiran mereka.

- Bagi seorang muslim atau kelompok muslim: dengan membimbing mereka kepada apa yang terbaik untuk kehidupan dunia dan akhirat mereka, dan memerintahkan yang makruf/benar dan melarang yang salah/munkar.

- Dengan demikian, kita melihat bahwa hadits ini merupakan prinsip besar dalam Islam, yang mencakup semua kebaikan, dan itulah sebabnya para ulama berkata: Pada nasehat/panduanlah Islam berputar.



Kunjungi kami di https://sdm9mlg.sch.id/



Hadits ke-1 dari 183, BAB 22. NASEHAT, KITAB : NUZHATUL MUTTAQIEN SYARH RIYADUS SHALIHIN Hadits ke-1 dari 183, BAB 22. NASEHAT, KITAB : NUZHATUL MUTTAQIEN SYARH RIYADUS SHALIHIN Reviewed by sangpencerah on Februari 18, 2026 Rating: 5

Tidak ada komentar: