Hadits ke-5 dari 190, BAB 23. PERINTAH BERBUAT YANG MAKRUF DAN MENCEGAH YANG MUNKAR, KITAB : NUZHATUL MUTTAQIEN SYARH RIYADUS SHALIHIN

Hadits ke-5 dari 190, BAB 23. PERINTAH BERBUAT YANG MAKRUF DAN MENCEGAH YANG MUNKAR, KITAB : NUZHATUL MUTTAQIEN SYARH RIYADUS SHALIHIN




عن أُمِّ المؤمنين أم سلمة هند بنت أَبي أمية حذيفة رضي الله عنها، عن النَّبيّ صلى الله عليه وسلم أنه قَالَ: إنَّهُ يُسْتَعْمَلُ عَلَيْكُمْ أُمَرَاءُ فَتَعرِفُونَ وتُنْكِرُونَ، فَمَنْ كَرِهَ فَقَدْ بَرِئَ، وَمَنْ أنْكَرَ فَقَدْ سَلِمَ، وَلَكِنْ مَنْ رَضِيَ وَتَابَعَ قَالوا: يَا رَسُول اللهِ، ألا نُقَاتِلهم؟ قَالَ: لا، مَا أَقَامُوا فِيكُمُ الصَّلاَةَ. رواه مسلم.
معناه: مَنْ كَرِهَ بِقَلْبهِ وَلَمْ يَسْتَطِعْ إنْكَارًا بِيَدٍ وَلا لِسَانٍ فقَدْ بَرِىءَ مِنَ الإِثْمِ، وَأَدَّى وَظيفَتَهُ، وَمَنْ أَنْكَرَ بحَسَبِ طَاقَتِهِ فَقَدْ سَلِمَ مِنْ هذِهِ المَعْصِيَةِ وَمَنْ رَضِيَ بِفِعْلِهِمْ وَتَابَعَهُمْ فَهُوَ العَاصِي.

 

190. Dari Ummul mu'minin yaitu Ummu Salamah yakni Hindun binti Abu Umayyah yakni Hudzaifah ra, Bahwa Nabi SAW bersabda: "Sesungguhnya nanti kalian akan dipimpin oleh para pemimpin negara/ para amir yang dimana kalian menyetujui mereka (karena ketaqwaan mereka) dan mengingkari mereka (karena keburukan mereka). Maka barangsiapa yang benci (dengan hatinya), ia terlepaslah (dari dosa), juga barangsiapa yang mengingkari, iapun selamat (dari maksiat/dosa). Tetapi barangsiapa yang ridha serta mengikuti (pemimpin-pemimpin di atas, itulah yang bermaksiat)." Para sahabat bertanya: "Ya Rasulullah, apakah tidak perlu kita memerangi mereka itu?" Beliau SAW bersabda: "Jangan, selama mereka masih mendirikan shalat bersamamu semua." (HR.Muslim)


Maknanya ialah bahwa barangsiapa yang membenci kepada pemimpin-pemimpin yang suka melanggar syariat agama itu dengan hatinya, karena tidak kuasa mengingkari mereka dengan tangan atau lisannya, maka ia telah terlepas dari dosa dan ia telah pula menunaikan tugasnya. Juga barangsiapa yang mengingkari dengan sekedar kekuatannya, iapun selamat dari kemaksiatan ini. Tetapi barangsiapa yang ridha dengan kelakuan-kelakuan mereka serta mengikuti jejak mereka, maka itulah orang yang bermaksiat.

 

HR. Muslim fiil Imaarh (Bab wujubi inkari ‘ala umarai fima yukhalifu syar’i)


Lughatul Hadits:

-Fata’rifuuna: Mengetahui sebagian perbuatan para pemimpin karena sesuai dengan syariat

-Tunkiruuna: Mengingkari/tidak menyetujui perbuatan para pemimpin karena menyimpang dari syariat

 

Faidah Hadits:

 - Bagian dari Mukjizat Nabi Muhammad SAW yang memberitahu tentang kabar yang ghaib (belum terjadi)

- Shalat adalah tanda keislaman, dan pembeda antara kafir dan muslim

-  Sebuah peringatan terhadap bahaya penghasutan dan perselisihan, yang mengibaratkan hal itu jauh lebih tercela daripada menoleransi perbuatan keliru para penguasa yang ingkar, serta sabar atas apa yang mereka timbulkan.


 

 Informasi: 0853-3596-6927 | IG: @ppinovasimalang 

Hadits ke-5 dari 190, BAB 23. PERINTAH BERBUAT YANG MAKRUF DAN MENCEGAH YANG MUNKAR, KITAB : NUZHATUL MUTTAQIEN SYARH RIYADUS SHALIHIN Hadits ke-5 dari 190, BAB 23. PERINTAH BERBUAT YANG MAKRUF DAN MENCEGAH YANG MUNKAR, KITAB : NUZHATUL MUTTAQIEN SYARH RIYADUS SHALIHIN Reviewed by sangpencerah on Agustus 06, 2026 Rating: 5

Tidak ada komentar: