Hadits ke-1 dari 186, BAB 23. PERINTAH BERBUAT YANG MAKRUF DAN MENCEGAH YANG MUNKAR, KITAB : NUZHATUL MUTTAQIEN SYARH RIYADUS SHALIHIN
Hadits ke-1 dari 186, BAB 23. PERINTAH BERBUAT YANG MAKRUF DAN MENCEGAH YANG MUNKAR, KITAB : NUZHATUL MUTTAQIEN SYARH RIYADUS SHALIHIN
BAB. 23.
BAB PERINTAH BERBUAT YANG MAKRUF DAN MENCEGAH YANG MUNKAR
1. Allah SWT berfirman di QS Ali Imran
104
وَلْتَكُنْ مِّنْكُمْ اُمَّةٌ يَّدْعُوْنَ اِلَى
الْخَيْرِ وَيَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ ۗ
وَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ
Hendaklah
ada di antara kamu segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh
(berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Mereka itulah
orang-orang yang beruntung.
2. Juga di QS Ali Imran 110:
كُنْتُمْ خَيْرَ اُمَّةٍ اُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ
تَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُوْنَ
بِاللّٰهِ ۗ وَلَوْ اٰمَنَ اَهْلُ الْكِتٰبِ لَكَانَ خَيْرًا لَّهُمْ ۗ مِنْهُمُ
الْمُؤْمِنُوْنَ وَاَكْثَرُهُمُ الْفٰسِقُوْنَ
Kamu (umat
Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia (selama) kamu menyuruh
(berbuat) yang makruf, mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah.
Seandainya Ahlulkitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka. Di antara
mereka ada yang beriman dan kebanyakan mereka adalah orang-orang fasik.
3. Juga di QS Al A’raf 199:
خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَاَعْرِضْ عَنِ الْجٰهِلِيْنَ
Jadilah
pemaaf, perintahlah (orang-orang) pada yang makruf, dan berpalinglah dari
orang-orang bodoh.
4. Juga di QS At Taubah 71:
وَالْمُؤْمِنُوْنَ وَالْمُؤْمِنٰتُ بَعْضُهُمْ
اَوْلِيَاۤءُ بَعْضٍۘ يَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ
Orang-orang
mukmin, laki-laki dan perempuan, sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian
yang lain.328) Mereka menyuruh (berbuat) makruf dan mencegah (berbuat) mungkar.
5. Juga di QS Maidah 78-79:
لُعِنَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْۢ بَنِيْٓ
اِسْرَاۤءِيْلَ عَلٰى لِسَانِ دَاوٗدَ وَعِيْسَى ابْنِ مَرْيَمَ ۗذٰلِكَ بِمَا
عَصَوْا وَّكَانُوْا يَعْتَدُوْنَ كَانُوْا لَا يَتَنَاهَوْنَ عَنْ مُّنْكَرٍ
فَعَلُوْهُۗ لَبِئْسَ مَا كَانُوْا يَفْعَلُوْنَ
Orang-orang
yang kufur dari Bani Israil telah dilaknat (oleh Allah) melalui lisan (ucapan)
Daud dan Isa putra Maryam. Hal itu karena mereka durhaka dan selalu melampaui
batas. Mereka tidak saling mencegah perbuatan mungkar yang mereka lakukan.
Sungguh, itulah seburuk-buruk apa yang selalu mereka lakukan.
6. Juga di QS Al Kahfi 29:
.وَقُلِ الْحَقُّ مِنْ رَّبِّكُمْۗ فَمَنْ
شَاۤءَ فَلْيُؤْمِنْ وَّمَنْ شَاۤءَ فَلْيَكْفُرْۚ
Katakanlah
(Nabi Muhammad), “Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu. Maka, siapa yang
menghendaki (beriman), hendaklah dia beriman dan siapa yang menghendaki
(kufur), biarlah dia kufur.”
7. Juga di QS Al Hajar 94:
فَاصْدَعْ بِمَا تُؤْمَرُ وَاَعْرِضْ عَنِ الْمُشْرِكِيْنَ
Maka,
sampaikanlah (Nabi Muhammad) secara terang-terangan segala apa yang
diperintahkan kepadamu dan berpalinglah dari orang-orang musyrik.
8. Juga di QS Al A’raf 165:
اَنْجَيْنَا الَّذِيْنَ يَنْهَوْنَ عَنِ السُّوْۤءِ وَاَخَذْنَا الَّذِيْنَ ظَلَمُوْا بِعَذَابٍۢ بَـِٔيْسٍۢ بِمَا كَانُوْا يَفْسُقُوْنَ
Kami
selamatkan orang-orang yang mencegah (orang berbuat) keburukan dan Kami
timpakan kepada orang-orang yang zalim azab yang keras karena mereka selalu
berbuat fasik.
عَنْ أَبِي سَعِيْدٍ الخُدْرِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه و سلم يَقُوْلُ: مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَراً فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ، فَإِنْ لَمْ يَستَطِعْ فَبِلِسَانِهِ، فَإِنْ لَمْ يَستَطِعْ فَبِقَلْبِهِ وَذَلِكَ أَضْعَفُ الإِيْمَانِ. رَوَاهُ
مُسْلِمٌ.
186. Dari
Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah SAW
bersabda, ‘Barangsiapa dari kalian melihat kemungkaran, ubahlah dengan
tangannya. Jika tidak bisa, ubahlah dengan lisannya. Jika tidak bisa,
ingkarilah dengan hatinya, dan itu merupakan selemah-lemahnya iman.” (HR.
Muslim)
HR. Muslim Fiil Iimaani ( Bab Bayaani kawni Nahyi
anilm munkari minal imaani)
*Lughatul Hadits:*
-Ra Aa: mengetahui, tatkala terjadi kemungkaran di
dunia baik terlihat maupun tidak.
-Adh'aful iimaan: terendahnya kualitas/nilai
*Faidah Hadits:*
-Kewajiban
mengubah segala kemungkaran (jadi kebaikan) dengan sarana apapun yang
memungkinkan.
-Faidah
mengingkari (kemungkaran) dengan hati yaitu masih adanya perasaan marah dalam
dirinya atas terjadinya kemungkaran, dan mengingatkannya secara terus menerus
demi untuk menentangnya.
-Perintah
berbuat yang makruf (kebaikan) dan mencegah yang mungkar merupakan tanggung
jawab bersama umat islam, karena hal itu adalah fardu kifayah.
-Ada yang
mengatakan hadits ini bagian dari sepertiga islam, karena mencakup atas
perintah yang makruf dan mencegah yang mungkar; ada yang mengatakan seluruhnya
itu islam, karena semua perbuatan sesuai syariat islam jika itu kebaikan wajib
ditunaikan, atau (jika) kemungkaran wajib dihentikan.
Reviewed by sangpencerah
on
Mei 12, 2026
Rating:





Tidak ada komentar: